18 Penumpang KM Mutiara Sentosa 2 Masih Belum Ditemukan | AKIP tvOne
Surabaya, tvOnenews.com - Basarnas mengerahkan Kapal Negara SAR (KN SAR) 249 Permadi untuk memperkuat operasi pencarian korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Pulau Madura, Jawa Timur.
Hingga Senin pagi, lima orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 18 penumpang lainnya masih dalam pencarian.
Selain mengirim kapal utama, Pos SAR Sumenep juga menerjunkan satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB) guna menyisir lokasi kejadian dan mencari korban yang diduga masih berada di perairan sekitar.
Berdasarkan koordinasi Basarnas dengan Stasiun Radio Pantai Kalianget, posisi KMP Mutiara Sentosa 2 terpantau berada sekitar 19 mil laut dari Pulau Burung, Sapudi, Kabupaten Sumenep.
Kebakaran terjadi pada Minggu pagi sekitar pukul 06.00 WIB saat kapal tengah berlayar dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, menuju Makassar. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan.
Data sementara menunjukkan kapal mengangkut 180 penumpang dan 47 awak kapal. Namun, berdasarkan perkembangan proses evakuasi, tercatat 229 orang berhasil diselamatkan, lima orang meninggal dunia, dan 18 orang masih dinyatakan hilang.
Petugas menjelaskan jumlah korban selamat terus mengalami perubahan karena sebagian penumpang yang telah dievakuasi memilih pulang secara mandiri tanpa melalui proses pendataan lanjutan di Pelabuhan Tanjung Perak.
Seluruh korban selamat yang tiba di pelabuhan menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum diperbolehkan kembali ke daerah asal masing-masing.
Sementara itu, jenazah korban meninggal telah dievakuasi ke Rumah Sakit Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya untuk proses identifikasi.
Proses pencarian korban masih menghadapi sejumlah kendala. Tim SAR belum dapat memasuki badan kapal karena kondisi kapal masih mengeluarkan asap dan dalam posisi miring, sehingga membahayakan keselamatan petugas.
Sebagian besar korban selamat diketahui menyelamatkan diri dengan melompat ke laut menggunakan pelampung. Dalam proses evakuasi, petugas juga menemukan sejumlah anak-anak yang berhasil diselamatkan.
Temuan tersebut menjadi perhatian penyidik karena berdasarkan data manifes sementara, tidak tercatat adanya penumpang anak-anak di atas kapal. Aparat akan mendalami perbedaan antara data manifes dengan jumlah penumpang yang berhasil dievakuasi sebagai bagian dari investigasi penyebab dan penanganan insiden tersebut.
Operasi pencarian terhadap korban yang masih hilang terus dilakukan oleh tim gabungan Basarnas, Polairud, TNI AL, dan unsur terkait dengan fokus di sekitar lokasi kebakaran di perairan utara Pulau Madura.