- instagram Michael Carrick
Manchester United: “It’s Carrick, You Know!
tvOnenews.com - Manajemen Setan Merah resmi menunjuk Michael Carrick sebagai pelatih Manchester United. Setan Merah akhirnya mengakhiri spekulasi panjang soal kursi pelatih kepala. Di tengah musim yang berjalan tidak stabil,
Keputusan ini langsung memantik perhatian publik, bukan hanya karena status Carrick sebagai legenda klub, tetapi juga karena momen penunjukannya datang setelah kegagalan era Ruben Amorim yang berumur pendek dan penuh tekanan.
Bagi Carrick, kembali ke Old Trafford bukan sekadar reuni emosional. Ia datang membawa tanggung jawab besar untuk menenangkan situasi tim, menjaga stabilitas performa, dan mengembalikan identitas Manchester United.
Sosok yang pernah menjadi jantung permainan di lini tengah kini diharapkan mampu menjadi penyeimbang dari sisi pinggir lapangan.
Penunjukan Carrick juga mempertegas pilihan United untuk kembali pada figur yang memahami DNA klub. Setelah eksperimen singkat bersama Ruben Amorim dinilai tidak berjalan sesuai rencana, manajemen memilih pendekatan yang lebih aman.
Nostalgia memang terasa kental, tetapi keputusan ini juga sarat perhitungan rasional di tengah tekanan hasil dan ekspektasi suporter.
Proses Penunjukan Carrick dan Reaksi Publik
Michael Carrick sebelumnya sudah disebut sebagai kandidat terkuat pelatih sementara Manchester United setelah klub memutuskan berpisah dengan Ruben Amorim pada Senin (5/1/2026).
Kabar tersebut diperkuat oleh jurnalis sepak bola Italia, Fabrizio Romano. Melalui akun X miliknya, Romano menyebut Carrick telah menerima seluruh persyaratan kontrak dari Manchester United.
“Kesepakatan sudah hampir selesai dan akan ditandatangani pekan ini,” tulis Fabrizio Romano pada Senin (12/1/2026).
Laporan itu sejalan dengan Manchester Evening News yang menyebut United akan mengumumkan Carrick secara resmi pada Selasa (13/1/2026) waktu setempat.
Tak lama berselang, Manchester United benar-benar meresmikan penunjukan tersebut. Carrick ditugaskan memimpin tim hingga akhir musim 2025/2026.
Ia menggantikan posisi yang sebelumnya sempat diisi Darren Fletcher sebagai solusi jangka sangat pendek, namun gagal memberi hasil memuaskan setelah MU tersingkir dari Piala FA dan kehilangan momentum di liga.
- instagram Michael Carrick
“It’s Carrick, You Know!” – Legenda yang Pulang
Penunjukan Carrick juga disambut hangat melalui media sosial resmi klub. Melansir postingan Instagram Manchester United, klub menulis, “It’s Carrick, you know!” ?️ dengan penegasan bahwa karier bermain sang legenda dipenuhi prestasi.
Unggahan tersebut seakan mengingatkan publik bahwa Carrick bukan sosok sembarangan. Ia adalah pemain yang tumbuh bersama era kejayaan modern Manchester United dan memahami tekanan besar bermain maupun bekerja di Old Trafford.
Sebagai pemain, Michael Carrick memperkuat Manchester United selama 12 tahun, sejak 2006 hingga pensiun pada 2018.
Ia dikenal sebagai gelandang cerdas dengan visi permainan yang tenang, sekaligus pernah dipercaya menjadi kapten tim. Tak heran, kembalinya Carrick kini dipandang sebagai simbol stabilitas di tengah kekacauan.
Profil Singkat Michael Carrick
Michael Carrick lahir di Wallsend, Inggris, pada 28 Juli 1981. Ia memulai karier profesionalnya di West Ham United setelah menimba ilmu di tim junior klub tersebut sejak 1997.
Kariernya sempat diwarnai masa peminjaman ke Swindon Town dan Birmingham City sebelum akhirnya menjadi pemain inti West Ham.
Pada 2004, Carrick pindah ke Tottenham Hotspur selama dua musim, sebelum akhirnya bergabung dengan Manchester United pada Juli 2006.
Di sinilah kariernya mencapai puncak. Setelah gantung sepatu pada 2018, Carrick langsung melanjutkan kiprahnya di dunia kepelatihan sebagai asisten pelatih MU di era Jose Mourinho dan Ole Gunnar Solskjaer.
Ia juga sempat menjadi pelatih interim Manchester United pada November–Desember 2021 dengan catatan dua kemenangan dan satu hasil imbang.
Setelah itu, Carrick menjajal peran pelatih kepala penuh bersama Middlesbrough di Championship dari Oktober 2022 hingga Juni 2025.
Prestasi Michael Carrick di Manchester United
Mengutip unggahan Instagram resmi Manchester United dan catatan klub, berikut pencapaian Michael Carrick selama berseragam Setan Merah yang kerap dibagikan seperti postingan Instagram:
- 464 appearances bersama Manchester United
- 24 gol di semua kompetisi
- 17 trofi mayor yang diraih bersama klub
- Manchester United Players’ Player of the Year 2012/2013
- 34 caps bersama Timnas Inggris
Deretan angka tersebut menegaskan status Carrick sebagai salah satu gelandang paling konsisten dalam sejarah modern Manchester United.
Pernyataan Resmi Carrick dan Target ke Depan
Dalam pernyataan resmi klub, Carrick menegaskan kebanggaannya kembali memimpin Manchester United.
“Memiliki tanggung jawab memimpin Manchester United merupakan sebuah kehormatan besar,” ujar Carrick, dikutip dari laman resmi klub, Rabu (14/1).
Ia juga menekankan fokus utamanya saat ini. “Saya tahu apa yang dibutuhkan untuk meraih kesuksesan di sini.
Fokus utama saya saat ini ialah membantu para pemain mencapai standar yang kami harapkan. Saya yakin skuad ini memiliki kualitas lebih dari cukup,” katanya.
Pernyataan tersebut mencerminkan pendekatan realistis Carrick. Ia tidak menjanjikan revolusi besar dalam waktu singkat, melainkan menekankan stabilitas, standar permainan, dan kepercayaan pada kualitas skuad yang ada.
Dari Middlesbrough ke Old Trafford Lagi
Pengalaman Carrick sebagai pelatih kepala Middlesbrough menjadi modal penting. Ia memimpin The Boro dalam sekitar 136 pertandingan, membawa klub dari papan bawah Championship hingga sempat bersaing di zona play-off.
Meski belum berhasil promosi ke Premier League, Carrick dikenal mampu membangun struktur tim dan meningkatkan performa pemain.
Kini, tantangannya jauh lebih besar. Manchester United bukan hanya soal taktik, tetapi juga manajemen tekanan, ekspektasi global, dan sorotan media.
Namun, bagi Carrick, Old Trafford adalah rumah. Ia memahami atmosfernya, mengenal tuntutannya, dan pernah sukses di dalamnya.
Penunjukan Michael Carrick sebagai pelatih Manchester United memang sarat nuansa nostalgia. Namun, di balik itu, tersimpan harapan realistis: sosok yang tenang, paham klub, dan cukup kredibel untuk membawa Setan Merah melewati sisa musim dengan kepala tegak. (udn)