- instagram Manchester United dan Arsenal
Pundit Inggris Bongkar Alasan Arsenal Keok dari Setan Merah: Tidak Seperti Biasa
tvOnenews.com - Kekalahan Arsenal dari Manchester United di Stadion Emirates bukan sekadar hasil mengecewakan di papan skor.
Hasil itu membawa dampak lebih besar: The Gunners kini tercatat tanpa kemenangan dalam tiga laga Liga Inggris secara beruntun, memicu kekhawatiran soal kondisi fisik dan mental skuad asuhan Mikel Arteta.
Sorotan tajam datang dari mantan gelandang Manchester United dan Timnas Inggris, Owen Hargreaves.
Mengutip laporan Just Arsenal, Hargreaves menilai performa Arsenal saat menghadapi Setan Merah jauh dari level terbaik yang biasa mereka tunjukkan sepanjang musim.
Di fase kompetisi yang semakin menentukan, penurunan performa seperti ini jelas menjadi sinyal peringatan.
Apalagi Arsenal masih terlibat dalam persaingan di beberapa ajang, dengan tuntutan konsistensi yang semakin berat dari pekan ke pekan.
Dalam beberapa minggu terakhir, Arsenal terlihat menjalani periode yang menguras energi.
Padatnya jadwal pertandingan dan tekanan untuk terus meraih hasil maksimal tampaknya mulai berdampak.
Biasanya, laga kandang melawan rival besar menjadi kesempatan ideal untuk mengembalikan momentum.
Namun, kali ini justru Manchester United yang tampil lebih efektif dan meninggalkan Emirates dengan kemenangan.
Intensitas tinggi yang selama ini menjadi ciri khas Arsenal tidak sepenuhnya muncul.
Tempo permainan kerap menurun, ketajaman di sepertiga akhir melemah, dan energi kolektif tim terlihat tidak stabil.
Tiga pertandingan liga tanpa kemenangan pun menjadi alarm keras bagi Arteta dan staf pelatihnya.
Menurut Hargreaves, hasil pertandingan ini merupakan kombinasi dari performa Arsenal yang menurun dan pendekatan Manchester United yang sangat disiplin.
“United harus bertahan dengan sangat baik dan menyerang balik. Saya pikir mereka melakukannya dengan sangat baik. Arsenal tidak dalam performa terbaik mereka, tetapi pujian untuk Man Utd,” kata Owen Hargreaves dikutip dari Just Arsenal.
Ia juga menyoroti bagaimana United mampu menekan di momen-momen penting tanpa kehilangan organisasi permainan.
“Mereka melakukan pressing, memaksa lawan melakukan kesalahan, dan memberikan ancaman melalui serangan balik.”
Pendekatan ini terbukti efektif, terutama ketika Arsenal gagal menjaga konsentrasi dan ritme permainan.
Dengan persaingan papan atas yang semakin ketat dan selisih poin yang mulai terpangkas, Arsenal tak punya banyak ruang untuk terpeleset.
Manajemen menit bermain, rotasi pemain, serta pemulihan fisik menjadi pekerjaan rumah besar bagi Arteta.
Mengembalikan intensitas dan konsistensi bukan lagi sekadar target, melainkan kebutuhan mendesak jika Arsenal ingin tetap bertahan di jalur juara hingga akhir musim.
Jika tidak, periode sulit ini bisa berkembang menjadi krisis yang lebih serius di saat musim memasuki fase paling menentukan.
(tsy)