Jakarta, tvOnenews.com - Harga emas berjangka untuk pengiriman Februari di New York Mercantile Exchange dilaporkan sempat melampaui level 5.000 dolar Amerika Serikat per ons pada pekan ini waktu setempat. Kenaikan tersebut menjadi rekor tertinggi baru bagi emas di tengah meningkatnya minat investor.
Para analis menilai lonjakan harga dipicu ketidakpastian ekonomi global yang berlanjut, meningkatnya ketegangan geopolitik, kekhawatiran terhadap inflasi, serta volatilitas di sejumlah kelas aset lain. Kondisi tersebut mendorong investor beralih ke emas sebagai aset lindung nilai, sehingga memperpanjang reli harga logam mulia.
Kenaikan harga emas juga disebut mendapat dorongan tambahan dari meningkatnya gesekan antara Amerika Serikat dan NATO terkait isu Greenland.
Situasi tersebut dinilai memperbesar ekspektasi ketidakpastian finansial dan geopolitik, sehingga memperkuat daya tarik emas sebagai aset aman sepanjang tahun ini.
Sepanjang 2025, harga emas dilaporkan telah melonjak sekitar 64 persen. Penguatan tersebut didukung pelonggaran kebijakan moneter Amerika Serikat serta meningkatnya permintaan dari bank sentral global.
China disebut memperpanjang aksi pembelian emas hingga bulan ke-14 pada Desember, disertai rekor arus masuk dana ke instrumen exchange traded fund (ETF) berbasis emas.
Sementara itu, pergerakan harga logam mulia lainnya bervariasi. Harga perak spot tercatat naik 2,52 persen menjadi 105,54 dolar AS per ons. Harga platinum spot turun tipis 0,03 persen ke level 2.766,30 dolar AS per ons, sedangkan harga paladium spot menguat 0,31 persen menjadi 2.016,25 dolar AS per ons.