- ANTARA
Pep Guardiola Full Senyum, Manchester City 'Auto' Diuntungkan usai Arsenal Kalah dari MU
tvOnenews.com - Kekalahan Arsenal dari Manchester United bukan sekadar kehilangan tiga poin.
Arsenal tumbang 2-3 dari Manchester United pada Minggu (25/1/2026) setelah gol sensasional Matheus Cunha di menit ke-87.
Kekalahan ini terasa menyakitkan karena terjadi di kandang sendiri dan datang saat Arsenal tengah berada di puncak klasemen.
Dampaknya langsung terasa. Keunggulan Arsenal di puncak Liga Premier kini menyusut menjadi hanya empat poin setelah mereka gagal meraih kemenangan dalam tiga laga beruntun.
- instagram Manchester United dan Arsenal
Situasi ini otomatis memberi harapan besar bagi Manchester City dan para pesaing lainnya.
Mantan kapten Arsenal, Patrick Vieira, menjadi salah satu sosok yang paling vokal menyoroti kondisi tim asuhan Mikel Arteta.
Legenda The Gunners itu mempertanyakan kesiapan mental Arsenal dalam tekanan perebutan gelar.
"Mereka masih unggul empat poin, tetapi masih ada pertanyaan tentang kekuatan mental tim," kata Vieira kepada Sky Sports.
Menurut Vieira, masalahnya bukan hanya pada hasil akhir, tetapi cara Arsenal kalah dari Manchester United.
"Bukan hanya karena mereka kalah, tapi juga bagaimana mereka kalah. (Bukayo) Saka dan (Leandro) Trossard tidak memberikan cukup kontribusi untuk mengancam United."
Ia juga menilai Arsenal kehilangan kebebasan bermain yang biasanya menjadi kekuatan utama mereka.
"Mereka membutuhkan seorang pemimpin untuk membangkitkan semangat tim. Mereka perlu memahami bahwa ketika berada di lapangan, mereka harus bermain dengan lebih banyak energi dan lebih banyak risiko. Mereka memiliki kualitas tersebut."
"Mereka tidak bermain dengan kebebasan untuk mengekspresikan diri."
Tak hanya Vieira, kritik keras juga datang dari Roy Keane. Mantan kapten Manchester United itu menilai Arsenal justru terlihat gentar saat tekanan semakin besar.
"Arsenal berada di bawah tekanan hari ini. Mereka melihat hasil pertandingan lain; mereka memiliki segalanya di semua kompetisi. Itulah tekanan; mereka merasakan tekanan."
"Yang terpenting adalah bagaimana mereka menyikapinya. Itulah yang merugikan mereka dalam beberapa tahun terakhir, padahal mereka sudah berada di posisi yang menguntungkan."
Keane menilai tanda-tanda penurunan mental sudah terlihat sejak beberapa pekan terakhir.
"Tanda-tanda selama beberapa minggu terakhir. Pertandingan melawan Liverpool, pertandingan melawan Forest, dan hari ini. Kehilangan momentum itu."
"Aku tak percaya mereka tidak terlihat seperti tim yang percaya diri. Mainkan permainannya, mereka jelas-jelas bermain karena tekanan pertandingan."
Manchester City Diuntungkan?
Situasi Arsenal yang mulai goyah jelas menjadi kabar baik bagi Manchester City.
ary Neville bahkan menyebut Pep Guardiola dan City akan sangat termotivasi melihat kondisi rivalnya itu.
"Sedikit," jawab Neville saat ditanya apakah City senang dengan jarak empat poin tersebut.
"Jika Anda adalah Pep Guardiola… dia akan berkata, 'Apakah Anda benar-benar akan membiarkan mereka lolos begitu saja? Mereka gugup, mereka cemas'."
- Reuters
Neville meyakini City akan terus menekan Arsenal hingga fase krusial musim.
"Empat poin. Mari kita bawa poin-poin ini ke bulan Maret dan April, mari kita terus menekan mereka, mari kita lihat kemampuan mereka."
Dengan masih banyak laga tersisa, Arsenal memang masih berada di posisi terdepan.
Namun kekalahan dari Manchester United menjadi peringatan keras bahwa perburuan gelar Liga Premier bukan hanya soal kualitas, melainkan juga ketangguhan mental.
Jika Arsenal gagal segera bangkit, Manchester City, yang dikenal kuat di fase akhir musim, benar-benar “auto” diuntungkan dari situasi ini.
(tsy)