- instagram Cole Palmer
Alamak! Cole Palmer, 'Ngebet' Bela Manchester United: London berbeda dengan Manchester, Melakukan Banyak Hal Sendiri, Itu Sulit
tvOnenews.com - Rumor transfer Cole Palmer ke Manchester United kembali mencuat dan langsung menyedot perhatian publik sepak bola Inggris.
Bagi banyak penggemar Setan Merah, nama Palmer bukan sekadar bintang Premier League, melainkan simbol mimpi lama: talenta lokal yang pulang ke rumah.
Namun di balik romantisme itu, tersimpan realita pahit bahwa kepindahan tersebut sangat sulit terwujud dalam waktu dekat.
Perasaan Palmer terhadap hidup di London ikut memperkuat narasi tersebut. Meski tampil profesional bersama Chelsea, pemain berusia 23 tahun itu tak pernah benar-benar menutupi fakta bahwa adaptasi di ibu kota tidak selalu mudah baginya.
Kerinduan pada Manchester, keluarga, dan lingkaran pertemanan lama menjadi latar emosional yang membuat rumor “transfer impian” ini terus hidup, terutama di tengah dinamika bursa transfer musim ini.
Ikatan Emosional Palmer dengan Manchester United
Cole Palmer tidak pernah menyembunyikan kedekatannya dengan Manchester United. Lahir di Wythenshawe, kawasan yang identik dengan sejarah Setan Merah, Palmer tumbuh sebagai pendukung United.
Foto dirinya mengenakan jersey kandang MU musim 2010/11 kerap beredar ulang di media sosial, memperkuat citra bahwa klub tersebut memiliki tempat spesial di hatinya.
Kunjungan terakhirnya ke Old Trafford justru meninggalkan kenangan pahit. Palmer harus mengakhiri laga lebih awal setelah cedera pangkal paha kembali kambuh, hanya 20 menit sejak pertandingan dimulai.
Ia terlihat menunjuk ke area cedera sebelum tertatih-tatih meninggalkan lapangan di tengah hujan deras, sebuah momen yang seolah merangkum musim sulitnya.
Meski begitu, Palmer pernah mengungkapkan rasa bahagianya saat kembali ke stadion yang dulu sering ia datangi sebagai fans.
Banyak orang yang tumbuh bersamanya percaya bahwa suatu hari ia ingin mewujudkan impian mengenakan seragam merah Manchester United.
- instagram Cole Palmer
Kehidupan di London dan Musim yang Terhambat Cedera
Melansir dari Manchester Evening News, beberapa bulan setelah bergabung dengan Chelsea, Palmer secara terbuka berbicara tentang tantangan hidup di London.
Saat membela tim nasional Inggris, ia mengatakan: “London berbeda dengan Manchester, dalam hal ukurannya, dan di luar lapangan melakukan banyak hal sendiri, itu sulit.”
Kini hampir tiga tahun berlalu, namun musim ini justru menjadi periode paling frustrasi dalam kariernya.
Cedera menghambat konsistensi Palmer, membuatnya hanya tampil dua kali dari delapan laga Liga Champions dan menjadi starter dalam 10 dari 23 pertandingan Premier League. Ia hanya tiga kali bermain penuh selama 90 menit.
Situasi ini membuat perkembangannya terhambat dan bahkan mengancam posisinya di skuad Piala Dunia Inggris.
Meski kerap pulang ke Manchester untuk bertemu keluarga dan teman, kepindahan permanen masih jauh dari kenyataan, terutama di tengah padatnya agenda bursa transfer.
Tiga Rintangan Besar di Bursa Transfer Musim Ini
Secara realistis, transfer Palmer ke Manchester United menghadapi tiga hambatan utama. Pertama, status kontraknya.
Palmer masih terikat kontrak jangka panjang bersama Chelsea hingga tahun 2033, menjadikannya aset strategis klub London tersebut.
Kedua, performa dan nilai pasarnya. Meski musim ini terganggu cedera, Palmer tetap dianggap salah satu talenta menyerang terbaik di Inggris.
Ia bahkan telah mencetak empat gol ke gawang Manchester United sejak berseragam Chelsea, sebuah ironi yang justru menegaskan kualitasnya.
Ketiga, sikap Chelsea sendiri. Pelatih kepala baru The Blues, Liam Rosenior, secara tegas membantah rumor kepindahan Palmer ke Old Trafford.
“Tidak ada alasan untuk jaminan. Itu sangat tidak realistis. Itu muncul entah dari mana. Tidak ada apa-apa di dalamnya. Tidak ada alasan untuk membicarakannya,” kata Rosenior.
“Cole sangat senang. Saya telah melakukan banyak percakapan dengannya. Pikiran kami adalah bagaimana kami dapat mewujudkan ini.”
Dengan kondisi bursa transfer musim ini yang penuh persaingan dan kehati-hatian finansial, kembalinya Cole Palmer ke Manchester tampak hampir mustahil.
Namun, seperti banyak kisah besar dalam sepak bola, impian itu mungkin belum mati, hanya menunggu waktu dan situasi yang tepat. (udn)