- instagram Senne Lammens
Bukan Onana, Bukan Bayindir: Manchester United Temukan Kiper Tenang Tanpa Drama
Game Transfer yang Mulai Terbayar
Melansir dari Manchester Evening News, secara usia dan pengalaman, Lammens jelas belum ideal sebagai kiper utama klub sebesar Manchester United. Ia baru berusia 23 tahun, usia yang relatif muda untuk penjaga gawang pilihan pertama.
Sebelum hijrah ke Old Trafford, ia hanya mencatatkan 68 penampilan di divisi teratas Belgia. Meski begitu, MU tetap berani menebusnya dengan nilai transfer sekitar £18,2 juta.
Keputusan ini merupakan hasil kerja departemen pencari bakat klub, khususnya Tony Coton, yang menilai Lammens memiliki potensi besar.
Merekrut kiper dari liga Belgia dan langsung memberinya panggung Premier League jelas sebuah perjudian. Namun sejauh ini, langkah tersebut terlihat tepat.
Lammens menjalani musim yang solid dan dianggap memiliki prospek jangka panjang yang tidak dimiliki opsi lain seperti Emiliano Martinez, kiper Argentina yang sempat diinginkan Ruben Amorim.
Bahkan pada debutnya, Lammens tampil begitu percaya diri hingga mendapat nyanyian dari suporter: "Apakah kamu Schmeichel yang menyamar?” Sebuah pujian besar bagi kiper muda, mengingat legenda Peter Schmeichel adalah salah satu ikon terbesar klub.
Profil dan Prestasi Senne Lammens
Senne Lammens adalah kiper asal Belgia berusia 23 tahun yang dikenal dengan ketenangan dan kemampuan bermain dengan kaki.
Sebelum bergabung dengan Manchester United, ia menghabiskan karier profesionalnya di liga domestik Belgia, mengoleksi 68 penampilan di kasta tertinggi.
Meski belum memiliki deretan trofi besar, reputasi Lammens dibangun dari konsistensi dan kematangan di usia muda.
Keunggulannya terletak pada penguasaan bola, pengambilan keputusan, serta keberanian mengklaim bola udara sesuatu yang kerap menjadi masalah bagi kiper MU sebelumnya.
Bersama Manchester United, ia kini mulai membangun reputasi sebagai penjaga gawang yang tenang, disiplin, dan tahan tekanan.
Jika perkembangan ini terus berlanjut, Senne Lammens berpotensi menjadi contoh sukses rekrutan “tak bersinar” yang justru berubah menjadi aset penting.
Manchester United tampaknya menemukan sesuatu yang mereka sukai: pemain yang bekerja dalam diam, tanpa sorotan berlebihan, namun memberi dampak besar di lapangan. (udn)