- instagram kobbie mainoo
Tak Dijual, Tak Dipinjamkan: Manchester United Sudah Putuskan Masa Depan Kobbie Mainoo
tvOnenews.com - Manchester United akhirnya mengambil sikap tegas terkait masa depan Kobbie Mainoo. Di tengah hiruk-pikuk bursa transfer dan spekulasi seputar perombakan skuad, klub memutuskan untuk mempertahankan gelandang muda akademi tersebut sebagai bagian penting dari proyek jangka panjang.
Keputusan ini sekaligus menutup pintu bagi kemungkinan kepergian Mainoo, baik secara permanen maupun lewat skema pinjaman.
Langkah MU ini datang setelah perubahan signifikan di ruang teknis Old Trafford. Sejak Michael Carrick mengambil alih peran pelatih kepala, Mainoo kembali menemukan tempatnya di tim utama.
Kepercayaan itu langsung dibayar dengan performa konsisten dalam tiga laga besar melawan Manchester City, Arsenal, dan Fulham, semuanya dimulai sebagai starter dan dimainkan penuh.
Nasib Mainoo Berbalik di Era Carrick
Sebelum Carrick datang, situasi Mainoo sempat berada di persimpangan. Di bawah Ruben Amorim, gelandang berusia 20 tahun tersebut tidak memulai satu pun dari 20 pertandingan Liga Premier.
Minimnya menit bermain membuat opsi peminjaman sempat dibuka pada bursa transfer Januari, murni demi menjaga perkembangan sang pemain.
- REUTERS/Scott Heppell
Namun, Manchester United menegaskan bahwa bahkan pada fase itu, opsi permanen tidak pernah dipertimbangkan.
Klub juga tidak bersedia menyetujui peminjaman yang menyertakan klausul pembelian. Artinya, sejak awal MU tetap melihat Mainoo sebagai aset masa depan, bukan komoditas pasar.
Pergantian pelatih mengubah segalanya. Carrick langsung mengembalikan Mainoo ke inti permainan, dan dampaknya terasa instan.
Penampilan solidnya di lini tengah membuat MU kini bergerak cepat untuk mengamankan masa depannya lewat pembicaraan kontrak baru yang ditargetkan rampung sebelum akhir musim.
Kontrak Lama, Status Baru
Saat ini, Mainoo masih terikat kontrak yang ia tandatangani pada Februari 2023, ketika usianya baru 17 tahun.
Seperti kebanyakan lulusan akademi, kesepakatan tersebut memiliki gaji dasar rendah dengan bonus signifikan berbasis penampilan.
Skema itu sempat merugikan Mainoo ketika ia kehilangan tempat di era Amorim. Bonus yang menjadi komponen penting kontraknya tidak tercapai karena jarang bermain.
Kini, dengan status starter di bawah Carrick, bonus tersebut kembali aktif dan membuat pendapatannya meningkat.
Meski begitu, Manchester United menyadari bahwa kontrak lama sudah tidak lagi mencerminkan posisi Mainoo di dalam tim. Ia masih memiliki sisa kontrak satu tahun, plus opsi perpanjangan satu tahun di tangan klub.
Namun MU memilih jalur yang lebih agresif: mengikatnya lebih lama dengan persyaratan yang mencerminkan statusnya sebagai pemain inti.
- REUTERS/Peter Powell
Sinyal Bursa Transfer MU: Tahan yang Penting, Tambah yang Perlu
Keputusan mempertahankan Mainoo juga berkaitan langsung dengan strategi transfer MU saat ini.
Menurut laporan Mirror UK, United menjalani bursa Januari yang relatif tenang, dengan fokus pada stabilitas internal dan perencanaan jangka menengah menuju musim panas.
Alih-alih menjual pemain muda untuk menutup kebutuhan finansial, MU justru memilih mengamankan fondasi skuad.
Mainoo masuk dalam kategori “tak tersentuh”, seiring klub juga bersiap memperkuat sektor lain melalui rekrutan baru ketika jendela transfer musim panas dibuka.
Dengan masa depan Mainoo yang mulai jelas, MU memiliki pijakan lebih kuat untuk menyusun ulang lini tengah tanpa mengorbankan talenta internal.
Pendekatan ini menandai perubahan arah: dari klub yang reaktif di bursa, menjadi lebih selektif dan terencana.
Keputusan tersebut sekaligus menjadi pesan ke publik dan ruang ganti—bahwa performa dan kepercayaan pelatih bisa mengubah segalanya.
Dalam kasus Kobbie Mainoo, Manchester United bukan hanya mempertahankan seorang pemain muda, tetapi juga menegaskan identitas baru mereka: membangun masa depan tanpa harus menjualnya. (udn)