- UEFA Official
Gareth Southgate Lebih Pilih Jadi Artis Ketimbang Latih MU
Jakarta, tvOnenews.com - Gareth Southgate dipastikan tidak akan menjadi manajer Manchester United (MU) dalam waktu dekat setelah secara tegas menolak peluang kembali ke dunia kepelatihan klub. Mantan pelatih tim nasional Inggris tersebut mengaku belum memiliki ketertarikan untuk kembali bekerja di Liga Premier pada fase hidupnya saat ini.
Southgate sendiri belum menangani tim mana pun sejak memutuskan mundur dari jabatan pelatih Inggris pada Juli 2024 lalu. Keputusan itu diambil tak lama setelah tim Tiga Singa gagal meraih gelar usai kalah di final Kejuaraan Eropa, yang sekaligus menutup perjalanan panjangnya bersama timnas.
Kini, pelatih berusia 55 tahun tersebut lebih memilih fokus mengembangkan bisnis pribadi serta menjajal dunia hiburan. Ia bahkan disebut akan aktif sebagai pembawa acara televisi dan terlibat dalam berbagai proyek kreatif di luar sepak bola.
Dalam wawancara terbarunya, Southgate kembali menegaskan bahwa dirinya belum memiliki rencana kembali ke kursi pelatih dalam waktu dekat.
"Saya tidak punya hasrat untuk sekadar melatih di Liga Inggris," katanya kepada podcast The Football Boardroom seperti dikutip dari Mirror.
Ia juga mengingat kembali pengalamannya melatih klub di awal karier, yang menurutnya tidak memberikan kepuasan seperti saat menangani tim nasional.
"Saya melakukan itu di usia 35 tahun, saya finis di posisi ke-11, ke-12. Siapa yang berada di posisi itu sekarang, mungkin Bournemouth, Brighton? Saya pernah memiliki salah satu pekerjaan terbesar di dunia sepak bola, jadi saya dimanjakan. Malam-malam yang luar biasa, bekerja dengan pemain-pemain hebat. Tidak ada campur tangan pemilik," katanya.
Nama Southgate sebelumnya sempat dikaitkan dengan MU setelah klub tersebut memecat Ruben Amorim pada bulan lalu. Saat ini, Michael Carrick dipercaya menjadi pelatih interim MU hingga akhir musim dan United juga merekrut Steve Holland, mantan asistennya di timnas Inggris.
Meski demikian, peluang reuni antara Southgate dan Holland di Old Trafford dipastikan tidak akan terjadi. Ia menyadari bahwa penunjukannya di klub besar seperti U berpotensi menimbulkan kontroversi karena kritik terhadap pencapaiannya bersama Inggris.
"Hal yang dikatakan orang-orang dari luar adalah, 'dia tidak menang'. Jadi bagaimana Anda membuktikan bahwa Anda bisa menang? Anda harus bergabung dengan salah satu klub besar," jelasnya.
"Sekarang kita tahu klub-klub besar itu… apakah saya pikir saya bisa melakukan pekerjaan yang telah dilakukan beberapa orang yang pernah berada di klub-klub itu baru-baru ini? Bisakah saya melakukan yang lebih baik? Saya pikir saya bisa," lanjutnya.
Southgate juga menilai ada beban besar bagi klub yang berani menunjuk dirinya sebagai pelatih. Menurutnya, reaksi publik dan tekanan media bisa menjadi faktor yang membuat situasi menjadi rumit.
"Tapi kita sudah membicarakan tentang beban yang menyertai penunjukan saya jika Anda seorang pemilik. Dan ada realita di baliknya, saya bisa memahami kegaduhan itu. Ada bagian yang membuat penunjukan saya berpotensi menjadi rumit bagi sebuah klub." Southgate kemudian menegaskan: "Saya tidak ingin melatih tim nasional lain. Klub? Sejujurnya, bukan itu yang ingin saya lakukan," ucapnya.
Ia pun menegaskan bahwa saat ini dirinya tidak sedang mencari pekerjaan di dunia kepelatihan. Fokusnya kini adalah menikmati kehidupan baru dan mengeksplorasi berbagai peluang di luar sepak bola.
"Sekarang, dua tahun setelah meninggalkan Inggris, saya tidak aktif mencari peran dalam kepelatihan. Jika final Eropa itu adalah bagian (dalam kepelatihan) yang saya maksud, saya tidak akan memikirkannya. Karena masih ada 15-20 tahun lagi dalam hidup saya dan saya bersemangat untuk membuat video yang berbeda, film yang berbeda, bagian lain dari hidup saya," katanya. (fan)