- REUTERS/Scott Heppell
Manchester United Makin Sial usai Ditaklukkan Newcastle United, Harry Maguire Kabarnya Divonis 15 Bulan Penjara
Jakarta, tvOnenews.com - Kabar buruk harus menghampiri Manchester United setelah kekalahan dari Newcastle United dengan skor 1-2. Hal ini usai adanya laporan terkait bek Setan Merah yang divonis mendapatkan hukuman penjara oleh pengadilan di Yunani.
MU sejatinya tengah mengalami tren positif dalam mengarungi ombak persaingan Premier League. Namun, mereka dihantam oleh The Magpies dengan skor 1-2 dalam lawatan ke St James' Park pada Kamis (5/3/2026) dini hari tadi WIB.
Itu merupakan kekalahan pertama mereka di era Carrick, dan kini ada kabar buruk yang menghampiri salah satu bek andalannya. Maguire harus terjerat kasus hukum akibat insiden yang pernah ia alami di Pulau Mykonos pada tahun 2020 lalu.
Kasus tersebut sebenarnya telah bergulir cukup lama sebelum akhirnya kembali diputuskan oleh pengadilan. Putusan terbaru ini membuat Maguire dijatuhi hukuman penjara bersyarat selama 15 bulan atas keterlibatannya dalam peristiwa tersebut.
Menurut laporan Sky Sports pada Rabu (4/3), insiden tersebut bermula dari perkelahian yang melibatkan Maguire hingga berujung pada penangkapan oleh pihak kepolisian.
Peristiwa tersebut terjadi saat Maguire sedang berlibur di Mykonos bersama keluarga dan teman-temannya. Situasi yang awalnya hanya keributan kecil kemudian berkembang menjadi insiden yang melibatkan aparat kepolisian setempat.
Pada 2020, Maguire dinyatakan bersalah atas sejumlah tuduhan, termasuk menyebabkan cedera fisik berulang, upaya penyuapan, serta melakukan kekerasan terhadap petugas publik setelah dua polisi dilaporkan diserang dalam kejadian tersebut.
Kasus ini sempat memicu perhatian luas dari publik sepak bola Inggris. Status Maguire sebagai kapten Manchester United pada saat itu membuat pemberitaan mengenai dirinya semakin ramai diperbincangkan.
Saat itu, Maguire sempat ditahan selama dua hari. Dia membantah semua tuduhan yang diarahkan kepadanya. Pengadilan kemudian menjatuhkan hukuman penjara bersyarat selama 21 bulan 10 hari.
Meski begitu, proses hukum tidak berhenti sampai di sana. Pihak Maguire kemudian memilih untuk mengajukan banding atas keputusan yang dijatuhkan oleh pengadilan Yunani.
Namun, setelah mengajukan banding atas putusan tersebut, dia mendapatkan hak untuk menjalani persidangan ulang secara penuh. Sesuai dengan prosedur hukum di Yunani, pengajuan banding tersebut otomatis membatalkan putusan sebelumnya hingga proses persidangan ulang digelar di pengadilan yang lebih tinggi.
Dengan adanya mekanisme tersebut, perkara Maguire kembali diperiksa secara menyeluruh oleh pengadilan. Proses ini juga membuka peluang bagi semua pihak untuk kembali menghadirkan bukti dan saksi dalam persidangan.
Meski demikian, proses sidang ulang tersebut sempat mengalami beberapa kali penundaan. Dalam kasus ini, bek tim nasional Inggris itu didakwa atas tiga tuduhan, yakni penyerangan ringan, melawan saat penangkapan, dan percobaan penyuapan.
Setelah melalui proses persidangan ulang, pengadilan akhirnya kembali menjatuhkan vonis bersalah kepada pemain berusia 32 tahun tersebut. Namun hukuman yang diberikan tidak mengharuskannya menjalani masa kurungan di penjara.
Bek berusia 32 tahun itu kembali dinyatakan bersalah atas ketiga tuduhan tersebut, tetapi tidak akan menjalani hukuman penjara karena vonis yang dijatuhkan bersifat bersyarat.
Tim kuasa hukum sang pemain dilaporkan akan kembali mengajukan banding terhadap putusan tersebut. Selain Maguire, saudaranya Joe Maguire serta rekannya Christopher Sharman juga dinyatakan bersalah terkait insiden yang sama.
Keduanya sebelumnya telah dijatuhi hukuman penjara bersyarat pada 2020 dan sama-sama membantah melakukan pelanggaran.
(igp/rda)