- Reuters
Arsenal Dipermalukan! Guardiola Ungkap Momen Tak Masuk Akal di Babak Kedua Final Piala Liga Inggris
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Pep Guardiola menegaskan dirinya tidak pernah jenuh merasakan manisnya mengangkat trofi, setelah membawa Manchester City menjuarai Piala Liga Inggris untuk kali kelima.
Kepastian itu diraih setelah City menaklukkan Arsenal dengan skor 2-0 pada partai final yang berlangsung di Stadion Wembley, Senin (22/3/2026) dini hari WIB.
“Saya masih menikmatinya. Hari ini adalah tantangan nyata dan tidak ada yang memberi kami apapun dengan mudah,” ujar Guardiola dikutip dari laman resmi klub.
Pelatih asal Spanyol itu menilai laga berjalan sangat sulit, terutama menghadapi Arsenal yang tampil impresif sepanjang musim.
Namun, ia mengaku terkejut dengan respons timnya di babak kedua.
“Kami tidak menyesali tantangan ini, memang seperti itulah olahraga. Mereka adalah yang terbaik sejauh ini. Di babak kedua, saya bahkan tidak percaya kami bisa melakukan itu melawan Arsenal, tapi kami melakukannya,” lanjutnya.
Kemenangan City ditentukan oleh penampilan gemilang Nico O'Reilly yang mencetak dwigol hanya dalam rentang empat menit pada awal babak kedua. Gol cepat tersebut langsung mengunci dominasi The Citizens sekaligus menghadirkan trofi pertama mereka musim ini.
Bagi Guardiola, gelar ini terasa spesial. Ia kini telah mengoleksi total 19 trofi sejak menukangi Manchester City. Momen ini juga mengingatkan pada kesuksesan pertamanya bersama klub, saat menjuarai kompetisi yang sama pada 2018—juga dengan mengalahkan Arsenal.
Lebih dari sekadar trofi, Guardiola menyoroti pentingnya pengalaman bagi para pemain muda yang merasakan atmosfer final untuk pertama kalinya.
“Bagi James Trafford ini adalah final pertamanya, Abdukodir Khusanov baru setahun di sini, Nico O’Reilly tampil impresif di musim penuh pertamanya, dan Antoine Semenyo memainkan final pertamanya,” jelas mantan pelatih Barcelona dan Bayern Munich itu.
“Ada banyak pemain yang merasakan pengalaman pertama, dan itu bagus, itulah yang kami butuhkan. Itu memberi kami keyakinan bahwa kami bisa melakukannya,” sambungnya.
Dengan satu trofi sudah diamankan, Manchester City kini menatap target berikutnya usai jeda internasional. Mereka masih berpeluang meraih gelar lain, termasuk di Piala FA dan Liga Inggris.
City dijadwalkan menghadapi Liverpool pada perempat final Piala FA, sementara di Liga Inggris mereka masih memburu Arsenal yang unggul sembilan poin di puncak klasemen.
Guardiola menegaskan kemenangan ini tidak akan berpengaruh langsung terhadap persaingan liga, namun bisa menjadi dorongan mental bagi timnya.
“Pertandingan ini tidak akan berdampak pada liga, karena ini kompetisi berbeda. Mereka mungkin akan lebih khawatir saat datang ke Etihad, dan ini akan membantu kami saat menghadapi Liverpool di sana,” ujar Guardiola.
“Jika mereka kehilangan poin, kami akan mencoba memenangi pertandingan kami dan kita lihat nanti apa yang terjadi,” pungkasnya.