- Action Images via Reuters/Lee Smith
Eks Bos Bayern Munchen Lihat Ada yang Tak Beres dengan Pep Guardiola, Sebut Sang Pelatih akan Mundur dari Man City Akhir Musim Ini
Jakarta, tvOnenews.com - Spekulasi mengenai masa depan Pep Guardiola di Manchester City kini memasuki babak baru yang sangat mengejutkan bagi para pendukung The Citizens. Kabar ini mencuat setelah mantan rekan setimnya di Bayern Munich memberikan isyarat kuat bahwa sang pelatih legendaris tersebut bisa saja meninggalkan Etihad Stadium pada musim panas mendatang.
Matthias Sammer, sosok yang pernah bekerja sama erat dengan Guardiola di Jerman, menyebut bahwa kondisi internal sang manajer sedang tidak dalam keadaan baik-baik saja.
“Pertama-tama, saya sangat senang untuknya. Kami bekerja sama dengan sangat baik selama tiga tahun; itu sangat, sangat bagus,” kata Sammer dalam sebuah acara bincang-bincang di Sky Germany.
Pria yang pernah menjabat sebagai direktur olahraga Bayern Munich ini mengaku bisa membaca kondisi batin Guardiola hanya dengan melihat bahasa tubuh serta sorot matanya.
"Kurasa aku cukup memahaminya dari ekspresi wajahnya, gerak tubuhnya, matanya, dan cara bicaranya. Firasatku mengatakan ada sesuatu yang tidak beres saat melihat wajahnya."
Sammer bahkan secara terang-terangan mendesak agar Guardiola mempertimbangkan untuk segera mengambil cuti panjang demi memulihkan kesehatan mental dan gairahnya.
“Ketika saya melihat mata Anda, ketika saya melihat wajah Anda, dan juga dalam hal lain, Anda benar-benar tidak perlu menjelaskan kepada orang-orang yang tidak mengerti apa Anda dan siapa Anda, dan bahwa Anda tidak selalu bisa menang. Saya akan menyarankan dia untuk menarik napas dalam-dalam,” tambahnya.
Guardiola sendiri rupanya sudah memikirkan rencana pensiun atau setidaknya beristirahat total setelah masa baktinya di Manchester City benar-benar berakhir.
“Saya tahu bahwa setelah tahap ini bersama City saya akan berhenti, itu pasti, sudah diputuskan, lebih dari sekadar diputuskan,” ujar Pep dengan nada sangat yakin.
Pelatih asal Spanyol ini mengungkapkan kerinduannya untuk hidup tenang tanpa tekanan sepak bola yang telah menguras energinya selama bertahun-tahun di Inggris.
“Saya tidak tahu berapa lama saya akan berhenti, satu tahun, dua tahun, tiga tahun, lima, 10, 15, saya tidak tahu. Tapi saya akan berhenti setelah tahap ini bersama City, karena saya perlu berhenti dan fokus pada diri saya sendiri, pada tubuh saya," ungkapnya.