- Action Images via Reuters/Matthew Childs
Liam Rosenior Bakal Dipecat Chelsea usai Dipermalukan Brighton & Hove Albion? Eks Pelatih Liga Inggris Bikin Prediksi
Jakarta, tvOnenews.com - Nasib Liam Rosenior dipertanyakan seiring dengan kekalahan Chelsea dari Brighton & Hove Albion. Mereka terancam gagal lolos ke kompetisi Eropa pada musim depan.
The Blues bertandang ke Falmer Stadium pada Rabu (22/4/2026) dini hari tadi WIB. Mereka wajib menang setelah menderita kekalahan 0-1 dari Manchester United di akhir pekan kemarin.
Namun, Chelsea justru sudah kebobolan saat laga baru berjalan tiga menit akibat gol dari Ferdi Kardioglu. Keunggulan Brighton digandakan oleh Jack Hinshelwood di awal babak kedua.
Pada masa injury time, Danny Welbeck mencatatkan gol terakhir untuk Brighton. Tuan rumah pun menang dengan skor 3-0.
Kemenangan ini mengantarkan Brighton ke peringkat keenam klasemen sementara Liga Inggris. Mereka menggeser Chelsea ke peringkat ketujuh, dengan keunggulan dua poin.
Lebih jauh lagi, The Blues terancam disalip oleh Brentford dan Bournemouth yang berada di peringkat kedelapan dan kesembilan. Ketiga tim ini sama-sama memiliki total 48 poin.
Chelsea berada dalam periode buruk di Liga Inggris lantaran selalu kalah dalam lima partai terakhir. Kemenangan terakhir mereka di Premier League terjadi di awal Maret lalu ketika mengandaskan Aston Villa dengan skor 4-1.
Alhasil, masa depan Liam Rosenior pun menjadi pertanyaan seusai laga ini. Ada desakan dari para suporter yang menyanyikan chat agar Rosenior dipecat dalam laga itu, seperti dilaporkan oleh media Inggris, Metro.
Eks pelatih Liga Inggris, Tim Sheerwood, pun sepakat. Dia berpendapat bahwa Rosenior akan segera dicopot dari jabatannya di Stamford Bridge.
“Itu adalah tim bermain melawan sekumpulan individual yang tidak punya semangat, tidak punya karakter,” kata Sherwood kepada Sky Sports.
“Saya hanya menyaksikan mereka hingga akhir kepada para fans Chelsea, setengahnya sudah meninggalkan stadion mungkin 20 menit sebelumnya, itu sudah selesai setelah gol kedua tercipta,” tambahnya.
Mantan pelatih Tottenham Hotspur itu melanjutkan omongannya. Dia mengatakan bahwa Sherwood hanya beruntung untuk tertinggal satu gol saja saat jeda turun minum.
“Mereka bermain dengan lima pemain di lini belakang pada babak pertama, sungguh memalukan betapa luasnya ruang gerak Brighton, babak kedua sedikit lebih baik di awal,” katanya.
“Dia [Rosenior] beruntung di babak pertama hanya ada satu gol, Garnacho masuk dan memberikan lebih banyak kontribusi di lini depan, tetapi begitu mereka mencetak gol kedua melalui Hinshelwood, kita berbicara tentang pemain akademi yang bermain di setiap posisi di lapangan, dia bermain sebagai bek sayap, dia luar biasa di posisi itu, bermain di lini tengah, dia bermain sebagai pemain nomor 10 malam ini, dia luar biasa,” tambahnya.
Rosenior baru ditunjuk sebagai pelatih Chelsea pada awal tahun ini untuk menggantikan Enzo Maresca. Namun, dia tidak memperlihatkan performa yang menjanjikan sejauh ini.
“Saya tidak suka mengatakannya, tetapi ada demonstrasi dan pengibaran bendera menentang BlueCo di sana, dia tidak akan selamat dari ini, Liam Rosenior tidak akan selamat dari ini, sayangnya untuknya,” sambungnya.
“Ini pekerjaan yang sangat sulit bagi manajer mana pun untuk masuk ke sana dan mengubah lingkungan karena para penggemar Chelsea ini telah dibesarkan dengan memenangkan trofi, trofi terbesar, dengan pemain-pemain terbesar. Ini adalah klub pengembangan,” pungkasnya. (rda)