Purbaya Bantah Isu Bayar Iuran BoP US$ 1 Miliar dari APBN
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah Indonesia menegaskan tidak memiliki komitmen finansial untuk membayar iuran kepada Dewan Perdamaian Gaza atau Board of Peace (BOP), lembaga internasional yang disebut bertugas mengawal transisi dan rekonstruksi wilayah tersebut.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan hingga saat ini dirinya tidak pernah menerima arahan dari Presiden Prabowo Subianto untuk menyiapkan anggaran terkait iuran tersebut.Â
Ia juga menegaskan keberatan apabila dana pemerintah digunakan untuk kepentingan yang tidak sejalan dengan posisi Indonesia.
Diketahui, iuran yang disebut-sebut dibebankan kepada anggota BOP mencapai 1 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp17 triliun. Namun, pemerintah menegaskan tidak pernah menjanjikan kontribusi dalam bentuk dana tersebut.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya juga telah menegaskan bahwa komitmen Indonesia dalam skema tersebut hanya sebatas pengiriman pasukan perdamaian, bukan dukungan finansial.Â
Ia menyebut Indonesia siap berpartisipasi melalui misi stabilisasi internasional guna menjaga keamanan warga Gaza.
Selain itu, pemerintah menilai tidak adanya komitmen keuangan juga tercermin dari absennya Indonesia dalam pertemuan founding donor yang membahas pendanaan awal lembaga tersebut.
BOP sendiri disebut sebagai inisiatif yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam rangka mendukung rekonstruksi Gaza pascakonflik.
Meski demikian, pemerintah Indonesia tetap membuka kemungkinan kontribusi di masa mendatang. Presiden menyatakan bahwa apabila proses pembangunan kembali Gaza telah dimulai secara konkret, pemerintah akan mempertimbangkan bentuk keterlibatan yang paling sesuai, termasuk potensi dukungan non-militer.
Saat ini, posisi Indonesia tetap konsisten, yakni berpartisipasi dalam upaya perdamaian melalui pengiriman pasukan, tanpa komitmen pendanaan langsung.