news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Stadion Old Trafford.
Sumber :
  • REUTERS/Phil Noble

Pendapatan MU Pecahkan Rekor, Tapi Kerugian Besar Masih Menghantui

Manchester United mencatat pendapatan rekor terbaru, tetapi klub masih mengalami kerugian besar. Kebijakan efisiensi mulai menunjukkan hasil positif.
Rabu, 23 September 2026 - 22:27 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Manchester United (MU) membukukan pendapatan tertinggi sepanjang sejarah klub untuk tahun fiskal yang berakhir pada 30 Juni 2026. Namun, pencapaian tersebut belum mampu membuat Setan Merah keluar dari zona kerugian setelah mencatat rugi bersih sekitar Rp1,02 triliun.

Dalam laporan keuangan terbarunya seperti dikutip dari Mirror, MU mengantongi pendapatan 677,6 juta poundsterling atau sekitar Rp16,03 triliun, meningkat 1,7 persen dibandingkan periode sebelumnya yang berada di angka 666,5 juta poundsterling atau sekitar Rp15,76 triliun. Capaian tersebut bahkan diraih ketika klub tidak tampil di kompetisi Eropa sepanjang musim 2025-2026.

Dari sisi operasional, kondisi keuangan klub justru menunjukkan perbaikan cukup besar setelah United membukukan laba operasional 22,6 juta poundsterling atau sekitar Rp534,5 miliar. Pada periode sebelumnya, klub masih mencatat rugi operasional sebesar 18,4 juta poundsterling atau sekitar Rp435,2 miliar.

Meski demikian, keuntungan tersebut belum cukup menutup berbagai beban finansial yang harus ditanggung klub. MU akhirnya membukukan rugi bersih 43 juta poundsterling atau sekitar Rp1,02 triliun, lebih besar dibandingkan kerugian 33 juta poundsterling atau sekitar Rp780,5 miliar pada tahun sebelumnya.

Perbaikan laba operasional disebut berkaitan dengan kebijakan penghematan yang dilakukan dalam dua tahun terakhir, termasuk pengurangan biaya operasional dan jumlah karyawan. Performa Manchester United di Liga Premier musim 2025-2026 yang berakhir di posisi ketiga juga ikut membantu memperbaiki pendapatan klub serta mengantarkan mereka kembali ke Liga Champions.

Salah satu beban yang muncul dalam laporan keuangan tersebut berkaitan dengan pemecatan Ruben Amorim pada awal 2026. Kepergian Amorim dan stafnya tercatat menghabiskan sekitar 8,2 juta poundsterling atau Rp193,9 miliar, jauh di bawah biaya 36,6 juta poundsterling atau sekitar Rp865,7 miliar yang dikeluarkan United pada musim sebelumnya untuk berbagai pergantian staf, termasuk saat Erik ten Hag meninggalkan klub.

Di tengah peningkatan pendapatan, persoalan utang tetap menjadi perhatian besar di Old Trafford. Pinjaman jangka panjang United mencapai 577,6 juta poundsterling atau sekitar Rp13,66 triliun pada akhir Juni 2026, naik dari 471,9 juta poundsterling atau sekitar Rp11,16 triliun setahun sebelumnya.

Setan Merah juga masih memiliki pinjaman berjalan yang pada akhir Juni 2026 tercatat sekitar 111,4 juta poundsterling atau Rp2,64 triliun. Klub menjelaskan perubahan tersebut turut dipengaruhi proses pembiayaan ulang obligasi serta pergerakan nilai tukar yang berdampak terhadap pinjaman dalam dolar Amerika Serikat.

Berita Terkait

1
2 3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:02
05:10
03:00
05:01
06:41
06:14

Viral