- Action Images via Reuters/Peter Cziborra
Nasib Tragis Manchester United, Terperosok ke Zona Degradasi untuk Pertama Kalinya sejak 1986
Jakarta, tvOnenews.com - Manchester United mencatatkan sejarah kelam setelah terperosok ke zona degradasi Liga Inggris 2026/2027. Situasi tersebut menjadi catatan memalukan bagi Setan Merah karena terakhir kali mereka menempati tiga posisi terbawah setelah menjalani setidaknya sembilan pertandingan terjadi hampir 40 tahun lalu.
Manchester United harus turun ke peringkat ke-18 klasemen sementara Premier League setelah Nottingham Forest secara mengejutkan mengalahkan Manchester City. Pertandingan pekan ke-10 yang berlangsung di City Ground, Sabtu (7/11/2026), berakhir dengan kemenangan 3-1 untuk Nottingham Forest.
Hasil tersebut berdampak langsung terhadap posisi Manchester United yang sebelumnya masih berada di luar zona degradasi. Tambahan tiga poin bagi Nottingham Forest membuat tim asuhan Michael Carrick harus menerima kenyataan turun ke tiga posisi terbawah klasemen.
Menurut laporan Sports Mole, terakhir kali Manchester United menempati zona degradasi setelah menjalani minimal sembilan pertandingan liga terjadi pada November 1986. Artinya, keterpurukan Setan Merah musim ini mengulang situasi yang sudah hampir empat dekade tidak mereka alami.
Sebelum Nottingham Forest menghadapi Manchester City, Manchester United sebenarnya masih mampu bertahan di atas zona merah. Keunggulan selisih gol atas Crystal Palace membuat Bruno Fernandes dan rekan-rekannya terhindar dari tiga posisi terbawah untuk sementara waktu.
Namun, buruknya performa Manchester United sepanjang awal musim membuat posisi mereka sangat rentan digeser tim lain. Dari sembilan pertandingan Premier League 2026/2027, Setan Merah baru mampu mengumpulkan tujuh poin.
Catatan tersebut berasal dari satu kemenangan, empat hasil imbang, dan empat kekalahan. Minimnya kemenangan membuat tim asuhan Michael Carrick kesulitan memperbaiki posisi meskipun kompetisi baru memasuki pekan ke-10.
Salah satu hasil mengecewakan Manchester United terjadi saat menghadapi Chelsea pada 31 Oktober 2026. Dalam pertandingan tersebut, Setan Merah harus menerima kekalahan 0-2 yang semakin memperpanjang periode buruk mereka di kompetisi domestik.
Manchester United sebelumnya juga sempat melewati sembilan pertandingan tanpa kemenangan di seluruh kompetisi. Meski demikian, mereka akhirnya berhasil mengakhiri catatan negatif tersebut saat menghadapi AS Roma di ajang Liga Champions.
Bertanding pada Selasa (3/11/2026), Manchester United sukses mengalahkan AS Roma dengan skor dramatis 3-2. Kemenangan tersebut sempat menghadirkan harapan bahwa Michael Carrick mampu membawa timnya bangkit dari keterpurukan.
Sayangnya, keberhasilan di kompetisi Eropa belum cukup untuk mengubah situasi Manchester United di Premier League. Kemenangan Nottingham Forest atas Manchester City justru membuat Setan Merah kembali menghadapi tekanan besar menjelang pertandingan berikutnya.
Manchester United memiliki kesempatan untuk keluar dari zona degradasi saat menjamu Aston Villa di Old Trafford, Minggu (8/11/2026). Pertandingan pekan ke-10 tersebut menjadi momentum penting bagi Bruno Fernandes dan rekan-rekannya untuk memperbaiki posisi di klasemen.
Kemenangan atas Aston Villa dipastikan dapat membantu Manchester United meninggalkan tiga posisi terbawah. Bahkan, jika mampu menang dengan selisih minimal tiga gol, Setan Merah berpeluang naik hingga peringkat ke-15 klasemen sementara.
Di tengah situasi sulit tersebut, masa depan Michael Carrick sebagai pelatih Manchester United mulai menjadi sorotan. Manajemen klub disebut bakal mengevaluasi posisinya setelah jeda internasional November, sementara Eddie Howe dan Julian Nagelsmann muncul sebagai kandidat pengganti dengan peluang taruhan masing-masing 8/13 dan 11/4.
Selain kedua nama tersebut, Antonio Conte dan Unai Emery juga dikaitkan dengan kemungkinan pergantian pelatih di Old Trafford. Dengan demikian, pertandingan melawan Aston Villa bukan hanya menjadi kesempatan bagi Manchester United untuk keluar dari zona degradasi, tetapi juga berpotensi memengaruhi kelanjutan karier Michael Carrick bersama Setan Merah.
(igp)