- REUTERS/Alessandro Garofalo
Momen Emosional di Allianz Stadium, Fans Juventus Ucapkan Terima Kasih untuk Allegri Meski Kini Bela AC Milan
Jakarta, tvOnenews.com – Massimiliano Allegri kembali ke Allianz Stadium bukan sebagai pelatih Juventus, melainkan sebagai juru taktik AC Milan. Untuk pertama kalinya dalam 12 tahun, ia berdiri di sisi yang berbeda, menghadapi klub yang pernah ia bawa meraih kejayaan.
Pertemuan ini bukan sekadar pertandingan biasa. Bagi Allegri, laga tersebut menjadi penutup dari kisah panjang yang sebenarnya tak pernah benar-benar berakhir sejak kepergiannya dari Juventus.
Pertandingan terakhir Allegri bersama Bianconeri terjadi di final Coppa Italia, di mana ia menerima kartu merah dan tak bisa ikut berpawai bersama tim. Akibatnya, ia tak pernah mendapat kesempatan mengucapkan selamat tinggal secara layak kepada para penggemar.
Kini, kesempatan itu akhirnya datang, meski dalam balutan seragam merah-hitam. Momen tersebut menghadirkan nostalgia yang kuat antara pelatih asal Livorno itu dan klub yang pernah ia antar meraih banyak trofi domestik.
Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, Juventus menunjukkan rasa hormat dan terima kasih kepada mantan pelatih mereka. Saat daftar pemain Milan dibacakan, suporter sempat bersiul, tetapi berubah menjadi tepuk tangan meriah ketika nama “Massimiliano Allegri” disebut.
Tepuk tangan itu mungkin hanya berlangsung beberapa detik, namun maknanya begitu dalam. Di tengah rivalitas dan emosi pertandingan besar, publik Turin tetap memberikan penghormatan kepada sosok yang telah memberi mereka sejarah indah.
Dari tribun Curva Sud, sebuah spanduk besar terbentang dengan tulisan, “Kami selalu bangga padamu. Terima kasih untuk segalanya, Max Allegri.” Spanduk itu menjadi simbol penghargaan tulus bagi pelatih yang pernah membawa Juventus menjuarai Serie A lima kali berturut-turut.
Tak hanya di stadion, rasa hormat juga mengalir di dunia maya. Media sosial dipenuhi pesan-pesan dari fans Juventus yang menulis ucapan terima kasih dan bahkan menyambut Allegri dengan kalimat hangat, “Selamat datang di rumah, Max.”
Menariknya, posisi bangku cadangan Juventus kini berada di sisi yang dulu ditempati tim tamu. Secara simbolis, hal itu membuat Allegri seolah kembali duduk di kursi lamanya — hanya kali ini dengan logo berbeda di dada.
Bagi banyak orang di Turin, momen ini terasa seperti lingkaran yang akhirnya tertutup. Allegri datang kembali ke tempat di mana ia pernah dicintai, dikritik, dan kini dihormati kembali dengan cara yang pantas.
Bagi Allegri sendiri, tepuk tangan dari publik Juventus menjadi bentuk perpisahan yang selama ini tertunda. Sebuah momen singkat, namun sarat makna, yang menandai akhir dari perjalanan luar biasa antara pelatih dan klub yang pernah ia bawa ke puncak Italia dan Eropa.
(sub)