- AC Milan
AC Milan Tak Perlu Keluar Uang, 5 Mesin Gol dari Tim Akademi Ini Bisa Dipromosikan Buat Solusi Lini Depan yang Rossoneri Mandul
Jakarta, tvOnenews.com - AC Milan berpeluang menghemat anggaran besar dengan mempromosikan lima mesin gol dari tim akademi. Para talenta muda tersebut dinilai mampu menjadi solusi bagi lini depan Rossoneri yang sedang mandul.
Krisis produktivitas kini benar-benar menghantam sektor serang AC Milan yang tampil jauh di bawah ekspektasi. Manajemen dibuat gelisah karena para penyerang mahal yang sudah didatangkan justru tampil tumpul di area berbahaya lawan.
Salah satu sorotan utama mengarah pada Christopher Nkunku, striker termahal Milan di bursa transfer musim panas lalu. Penyerang asal Prancis itu baru mencetak satu gol dari delapan pertandingan di semua kompetisi.
- AC Milan
Santiago Gimenez juga berada dalam situasi serupa setelah hanya menorehkan satu gol dari 11 penampilan musim ini. Performa yang jauh dari standar tersebut membuat kehadirannya terasa belum memberi dampak berarti bagi Rossoneri.
Melihat krisis itu, manajemen Milan dikabarkan sudah bersiap menggelontorkan dana besar untuk membeli striker baru pada Januari nanti. Mereka menilai tambahan amunisi menjadi kebutuhan mendesak agar tim tidak terus kehilangan poin berharga.
Padahal, Milan sebenarnya tak selalu harus mengeluarkan uang besar demi menambal masalah di lini depan. Rossoneri memiliki deretan pemain muda berbakat dengan statistik gol menjanjikan yang layak diberi kesempatan di tim utama.
Berikut lima mesin gol muda dari akademi yang dinilai bisa menjadi solusi hemat bagi AC Milan:
Lorenzo Ossola
Lorenzo Ossola menjadi nama pertama yang perlu masuk radar Paulo Fonseca untuk promosi ke tim senior. Pemain berusia 18 tahun itu tampil konsisten sebagai motor serangan utama Milan U-20 di ajang Primavera.
Musim ini, Ossola sudah mencatat tiga gol dan lima assist dari 13 pertandingan yang ia jalani. Fleksibilitasnya sebagai gelandang serang dengan naluri gol tinggi membuatnya cocok dikembangkan sebagai penyerang modern.
Maximilian Ibrahimovic
Maximilian Ibrahimović membawa darah sepak bola dari sang ayah yang merupakan legenda Milan. Musim ini ia mulai membuktikan diri sebagai pemain yang bukan sekadar menumpang nama besar Zlatan.
- uslecce.it
Menempati posisi sayap, Maximilian sukses mencetak dua gol dan dua assist dari 10 laga bersama Milan U-20. Ketajamannya sudah terlihat sejak musim lalu ketika ia mampu mencetak tujuh gol di ajang Primavera 1.
Francesco Camarda
Francesco Camarda adalah permata paling bersinar dari akademi Milan saat ini. Ia sedang menjalani masa peminjaman di Lecce untuk menambah pengalaman bermain di level tertinggi.
Baru-baru ini, Camarda mencetak sejarah setelah membukukan gol perdananya di Serie A saat melawan Bologna. Rekam jejaknya sejak di tim muda Milan juga impresif dengan torehan lima gol dan satu assist di Serie C musim lalu.
Diego Sia
Diego Sia menjadi opsi menarik dari sektor sayap dengan kemampuan individu yang eksplosif. Kecepatan dan gaya bermainnya yang agresif membuatnya cocok untuk menambah variasi serangan Rossoneri.
Bersama Milan Futuro, Sia mencatat tiga gol dan tiga assist dari 14 pertandingan musim ini. Kehadirannya dinilai mampu membantu memecah kebuntuan ketika penyerang tengah kesulitan menembus pertahanan lawan.
Simone Lontani
Simone Lontani melengkapi daftar ini sebagai top skor Milan U-19 musim ini. Ia dikenal sebagai striker murni dengan naluri pembunuh di kotak penalti yang sangat dibutuhkan Milan saat ini.
Enam gol sudah ia bukukan sejauh ini, menunjukkan ketajamannya sebagai finisher handal. Dengan postur 181 cm dan kemampuan menahan bola yang solid, Lontani bisa diproyeksikan menjadi target man masa depan Milan.
(sub)