- REUTERS/Ciro De Luca
Tak Mau Blunder Lagi, Chivu Turunkan Lautaro Martinez sebagai Starter untuk Balas Dendam Lawan Bologna di Liga Italia Akhir Pekan Nanti
Jakarta, tvOnenews.com - Inter Milan akan kembali berhadapan dengan Bologna dalam lanjutan Liga Italia, Senin (5/1/2026), sebuah laga yang sarat aroma balas dendam bagi Cristian Chivu. Kekalahan menyakitkan di ajang Supercoppa Italiana masih membekas, dan pelatih Nerazzurri itu tampaknya belum sepenuhnya melupakannya.
Chivu dikabarkan tengah menyiapkan dua perubahan penting dalam susunan pemain inti jelang pertandingan tersebut. Langkah ini menjadi sinyal bahwa Inter tidak ingin kembali terpeleset di hadapan lawan yang sama.
Menurut laporan Gazzetta.it, pelatih berusia 45 tahun itu sangat termotivasi untuk menebus kegagalan di Supercoppa. Bologna kala itu menghentikan langkah Inter menuju rekor gelar kesembilan melalui drama adu penalti di babak semifinal.
Tim asuhan Vincenzo Italiano memang tampil disiplin dan penuh determinasi dalam laga tersebut. Namun, mereka akhirnya harus puas sebagai runner-up setelah kalah 0-2 dari Napoli di partai final.
Meski Inter di atas kertas lebih diunggulkan, statistik pertemuan menunjukkan Bologna bukan lawan yang mudah. Dalam sepuluh pertemuan terakhir, Rossoblu hanya menelan dua kekalahan dari Inter.
Salah satu keputusan Chivu yang paling disorot pada laga Supercoppa adalah mencadangkan Lautaro Martinez. Tanpa kehadiran sang kapten sejak menit awal, lini serang Inter dinilai kehilangan ketajaman.
Keputusan tersebut terbukti berdampak besar terhadap hasil akhir pertandingan. Inter gagal memaksimalkan sejumlah peluang, sementara Bologna tampil lebih efektif dalam momen-momen krusial.
Akhir pekan ini, Lautaro Martinez dipastikan kembali masuk starting eleven. Penyerang asal Argentina itu diharapkan menjadi pembeda sekaligus motor utama serangan Inter.
Lautaro sendiri sedang berada dalam performa terbaiknya. Ia tercatat mencetak gol dalam empat laga Serie A secara beruntun, sebuah catatan yang terakhir kali ia raih pada 2021.
Selain Lautaro, Chivu juga berencana mengembalikan Hakan Calhanoglu ke lini tengah. Gelandang asal Turki itu telah pulih dari cedera ringan yang membuatnya absen di Supercoppa.
Kehadiran Calhanoglu dinilai krusial dalam menjaga keseimbangan permainan Inter. Visi bermain serta kemampuannya mengatur tempo menjadi elemen penting dalam skema racikan Chivu.
Laga melawan Bologna bukan sekadar soal tiga poin bagi Inter. Pertandingan ini juga menjadi ajang pembuktian bahwa Nerazzurri mampu belajar dari kesalahan masa lalu.
Bagi Cristian Chivu, duel ini memiliki makna personal sekaligus profesional. Ia ingin menunjukkan bahwa Inter di bawah kepemimpinannya mampu bangkit dan merespons tekanan dengan karakter yang lebih kuat.
Atmosfer pertandingan diprediksi berlangsung ketat dan penuh tensi. Bologna tentu datang tanpa rasa gentar, sementara Inter memikul beban ekspektasi besar dari publik San Siro.
Di tengah persaingan papan atas Serie A yang semakin ketat, setiap pertandingan kini terasa seperti final. Inter tidak memiliki ruang untuk kembali terpeleset jika ingin menjaga asa juara tetap hidup.
Pertemuan melawan Bologna akan menjadi ujian sejauh mana kedewasaan Inter musim ini. Apakah luka Supercoppa bisa terbayar lunas, atau justru kembali menyisakan penyesalan, semuanya akan terjawab di atas lapangan.
(sub)