- REUTERS/Daniele Mascolo
Sinyal Bahaya Rossoneri: Dominan tapi Tumpul, Allegri Sebut AC Milan Masuki Fase Sulit Jelang Kontra Fiorentina
Jakarta, tvOnenews.com - AC Milan gagal memaksimalkan laga kandang setelah hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Genoa pada lanjutan Serie A Italia. Hasil ini memicu evaluasi keras dari Massimiliano Allegri yang secara terbuka menyoroti mentalitas timnya yang dinilai terlalu terburu-buru dan kurang matang dalam mengelola pertandingan.
Bermain di San Siro, Jumat (9/1/2026) dini hari WIB, Rossoneri sebenarnya datang dengan target jelas untuk mengamankan tiga poin. Kemenangan dibutuhkan Milan agar tetap menjaga jarak dengan Inter dalam persaingan papan atas klasemen.
Namun sejak awal laga, Milan terlihat kesulitan mengendalikan ritme permainan. Genoa tampil disiplin, berani menekan, dan mampu membuat tuan rumah kehilangan kenyamanan dalam membangun serangan.
Tekanan tersebut akhirnya berbuah gol pada menit ke-28 melalui Lorenzo Colombo. Mantan pemain Milan itu memanfaatkan kelengahan lini belakang Rossoneri untuk membawa Genoa unggul lebih dulu.
Allegri menilai momen tersebut menjadi gambaran jelas kurangnya ketenangan timnya. “Colombo melakukan tugasnya dengan baik, tetapi Gabbia juga terpeleset dalam situasi itu. Kami terlalu terburu-buru, padahal pertandingan berlangsung panjang,” ujar Allegri dilansir dari Sky Italia.
Menurut sang pelatih, kesalahan terbesar Milan bukan hanya soal kebobolan, melainkan bagaimana tim bereaksi setelahnya. Ia menegaskan bahwa dalam situasi tertinggal, kesabaran justru menjadi kunci untuk membalikkan keadaan.
“Jika Anda tidak mencetak gol, setidaknya jangan kebobolan lagi. Ketika Anda bisa bertahan, lawan perlahan akan kehilangan kepercayaan diri,” lanjut Allegri.
Memasuki babak kedua, Milan memang tampil lebih agresif dan meningkatkan intensitas serangan. Genoa dipaksa bertahan lebih dalam, sementara Rossoneri terus menggempur lewat berbagai skema.
Jumlah tembakan Milan meningkat drastis, namun efektivitas menjadi masalah utama. Allegri mengakui timnya terlalu tergesa-gesa dalam penyelesaian akhir dan kehilangan kejernihan berpikir di momen-momen krusial.
Gol penyeimbang akhirnya datang di menit ke-92 lewat aksi individual Rafael Leao. Gol tersebut setidaknya menyelamatkan satu poin dan menghindarkan Milan dari kekalahan memalukan di kandang.
Meski demikian, drama belum berakhir karena Genoa mendapat penalti di menit-menit akhir. Beruntung bagi Milan, eksekusi Nicolae Stanciu melambung di atas mistar gawang.
“Sebenarnya kami juga beruntung pada akhirnya karena mereka gagal mengeksekusi penalti,” aku Allegri dengan jujur. Ia menyebut momen tersebut sebagai peringatan keras tentang pentingnya manajemen permainan hingga detik terakhir.
Pelatih berusia 58 tahun itu menilai Milan sedang berada dalam fase yang krusial. “Ini momen yang penting sekaligus sulit. Semua pertandingan harus dihadapi dengan tenang,” ucapnya.
Allegri juga menyoroti ironi dari performa timnya yang produktif dalam menciptakan peluang, namun minim hasil. “Kami banyak menembak dan menciptakan peluang, tetapi pada akhirnya itu menjadi sia-sia,” katanya.
Ia menegaskan bahwa satu pertandingan tidak akan menyelesaikan semua persoalan tim. Fokus utama Milan saat ini adalah memperbaiki kedewasaan mental dan ketenangan dalam mengambil keputusan di lapangan.
“Setelah tertinggal, kami terlalu terburu-buru. Tergesa-gesa tidak akan membawa Anda ke mana-mana,” ujar Allegri dengan nada tegas.
Kini, Milan harus segera mengalihkan fokus ke laga berikutnya melawan Fiorentina. Allegri memastikan timnya akan mempersiapkan diri sebaik mungkin demi kembali ke jalur kemenangan.
“Kami akan menghadapi Fiorentina dalam pertandingan yang sangat sulit. Hampir semua pemain tersedia, sekarang tinggal membuat pilihan yang tepat,” tutup Allegri.
(sub)