- ANTARA
Xabi Alonso Bawa Kabar Superburuk untuk Barcelona Jelang El Clasico, Real Madrid Ketiban Untung
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, seakan menyampaikan kabar superburuk untuk Barcelona. Sebab, Los Blancos bakal mendapatkan keuntungan besar untuk duel El Clasico.
Partai klasik di kancah sepak bola Spanyol bakal tersaji di final Piala Super Spanyol 2025-2026. Laga itu akan digelar di Jeddah, Arab Saudi pada Senin (12/1/2026) dini hari nanti WIB.
Madrid mencapai final setelah menang tipis dengan skor 2-1 atas rival sekotnya, Atletico Madrid, di semifinal. Namun, Barca juga tidak bisa diremehkan setelah menang telak 5-0 atas Athletic Bilbao.
Los Blancos memenangkan El Derbi Madrileno berkat gol-gol dari Federico Valverde dan Rodrygo Goes. Namun, tidak ada Kylian Mbappe di skuad.
Sang penyerang asal Prancis mengalami masalah kebugaran. Meski tidak parah, itu tidak cukup untuk membuatnya tersedia melawan Atletico.
Menjelang duel El Clasico, Xabi Alonso memastikan bahwa Mbappe sudah kembali bugar. Dia mengaku hanya mengistirahatkannya di laga kontra Atletico.
Alonso mengaku belum tahu apakah Mbappe akan tersedia sejak awal atau tidak. Yang jelas, dia sudah bisa dimainkan untuk El Clasico nanti.
“Kondisinya jauh lebih baik. Ia agak kurang fit untuk bermain melawan Atlético, kami memutuskan untuk tidak terburu-buru memainkannya, tetapi kami tetap mempertimbangkan bahwa ia bisa bermain di final, asalkan ia merasa baik-baik saja,” kata Alonso, dilansir Sports Illustrated.
“Ia terbang kemarin dan akan berlatih bersama tim hari ini. Kami akan mengevaluasinya dan memutuskan apakah ia bisa bermain sebagai starter atau akan bermain dengan menit yang lebih sedikit,” tambahnya.
Meski sudah tersedia, Alonso mengaku akan tetap mempertimbangkan risikonya. Dia tidak akan melakukan tindakan yang menyulitkan Madrid di kemudian hari dengan memaksa Mbappe bermain.
“Ini adalah keputusan yang akan kami buat sesuai dengan pemain, pelatih, dan staf medis. Kita perlu mempertimbangkan risikonya,” tandasnya.
“Kita harus menyadari waktunya, apa yang dipertaruhkan, dan kemudian bertanggung jawab atas keputusan yang kita buat. Kita takkan melakukan bunuh diri saat membuat keputusan ini. Ini adalah risiko yang terkendali,” tukasnya. (rda)