news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pelatih Cremonese Davide Nicola.
Sumber :
  • REUTERS/Alberto Lingria

Emil Audero Kebobolan Lima Gol, Pelatih Cremonese Ngamuk usai Dicukur Juventus 0-5 hingga Dikartu Merah

Pelatih Cremonese, Davide Nicola, mengamuk setelah dicukur Juventus dengan skor telak. Emil Audero harus memungut bola lima kali dari gawangnya.
Selasa, 13 Januari 2026 - 06:58 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Cremonese, Davide Nicola, mengamuk setelah dicukur Juventus dengan skor telak. Emil Audero harus memungut bola lima kali dari gawangnya.

I Grigiorossi bertandang ke Allianz Stadium, Turin pada laga lanjutan kasta tertinggi Liga Italia. Mereka tidak mampu menang pada lima laga sebelumnya di Liga Italia.

Audero sudah ketiban sial di menit-menit awal pada laga yang digelar Selasa (13/1/2026) dini hari tadi WIB. Gawang yang dikawal kiper Timnas Indonesia itu sudah digetarkan oleh Gleison Bremer dan Jonathan David.

Pada menit ke-23, Cremonese sempat mengharapkan penalti usai Denis Johnsen terlibat dalam insiden dengan Manuel Locatelli. Wasit Ermanno Feliciani sempat menunjuk titik putih, namun itu dibatalkan olehnya.

Setelah melihat melalui VAR, Feliciani berpendapat bahwa aksi Locatelli tidak cukup dianggap sebagai pelanggaran. Sebab, sang kapten Juve berhasil mendapatkan bola lebih dulu.

Keputusan Feliciani untuk membatalkan penalti memantik amarah Davide Nicola. Sang pelatih Cremonese mencak-mencak di pinggir lapangan hingga dikartu merah.

Setelahnya, Juve malah mendapatkan penalti karena Federico Baschirotto melakukan handball. Emil Audero sempat Kenan Yildiz gagal penalti, namun bola tepisannya memantul ke tiang dan kembali kepada sang penyerang Juve yang sukses menyelesaikan peluang.

Di paruh kedua, gol bunuh diri Filippo Terracciano dan tandukan Weston McKennie mengakhiri segalanya. Juventus menang dengan skor telak 5-0.

Setelah laga, Nicla berbicara kepada Sky Sport dan merasa bahwa hasil akhir ini tidak adil. Namun, dia justru menyukai cara Cremonese berjuang.

"Skor akhir adalah sebuah kesalahan, tetapi saya menyukai keberanian yang kami tunjukkan. Itu adalah pertandingan yang aneh,” katanya, dilansir dari Ilbianconero.

“Gol keberuntungan pertama membuat saya gugup; itu bisa terjadi, tetapi itu berasal dari pelanggaran terhadap Yildiz yang tidak saya mengerti. Itu membuat saya gugup," tambahnya.

Nicola mengakui bahwa gol kedua Juve mematikan harapan. Keadaan menjadi semakin sulit setelah gol ketiga.

"Kami membangun dan bermain dengan berani. Setelah tertinggal 2-0, yang didahului oleh pergerakan hebat kami, kami kebobolan, lalu kami tidak terlalu bersemangat,” tandasnya. 

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:05
01:27
12:44
15:36
06:26
05:03

Viral