- REUTERS/Vincent West
Detik Demi Detik Pemecatan Xabi Alonso dari Real Madrid Akhir Terbongkar, di Tempat Latihan Pembicaraan Krusial Ini Terjadi
Jakarta, tvOnenews.com - Kepergian Real Madrid dan Xabi Alonso akhirnya resmi diumumkan pada Senin malam, dengan klub menyebut perpisahan itu terjadi atas dasar kesepakatan bersama. Namun di balik pernyataan singkat tersebut, sejumlah media Spanyol justru mengungkap cerita berbeda soal bagaimana keputusan besar itu sebenarnya diambil.
Posisi Alonso sejatinya sudah berada di bawah tekanan sejak awal Desember, terutama setelah kekalahan telak di kandang dari Celta Vigo dan kekalahan berikutnya dari Manchester City. Sejak saat itu, muncul laporan bahwa ia diberi tenggat hingga Piala Super Spanyol untuk membuktikan peningkatan performa tim.
Meski sempat meraih lima kemenangan beruntun, tekanan kembali memuncak setelah Real Madrid kalah dramatis 2-3 dari Barcelona di final Piala Super Spanyol. Kekalahan tersebut menjadi titik balik yang mempercepat evaluasi besar-besaran di internal klub.
Media Cadena Cope menyebut Alonso sebenarnya tidak memulai hari Senin dengan rencana angkat kaki dari Madrid. Menurut laporan MD, Presiden Florentino Perez sama sekali tidak senang dengan performa tim di laga final tersebut.
Manajemen klub lalu menggelar pertemuan dengan Alonso di pusat latihan Valdebebas untuk membahas arah proyek ke depan. Dalam pertemuan itu, pihak klub menyoroti kualitas permainan, sementara Alonso mengungkapkan kelelahan karena posisinya terus berada dalam sorotan.
Laporan Marca menyebut klub bahkan mengajukan opsi perpisahan sebagai salah satu kemungkinan yang realistis. Setelah mengevaluasi perjalanan musim, manajemen menilai proyek Alonso tidak menunjukkan progres signifikan, sehingga usulan itu akhirnya diterima sang pelatih.
Padahal, era Alonso sempat dimulai dengan sangat menjanjikan lewat 13 kemenangan dari 15 laga awal. Di La Liga, Real Madrid hanya sekali kalah dari Atletico Madrid, termasuk kemenangan El Clasico yang mengakhiri tren buruk atas Barcelona.
Fondasi awal kesuksesan tersebut dibangun melalui sistem pressing tinggi yang disiplin dan pertahanan solid. Namun, konflik dengan sejumlah pemain bintang membuat Alonso melonggarkan pendekatan taktiknya dan memilih gaya bermain yang lebih terbuka.
Perubahan strategi itu justru berdampak pada inkonsistensi performa dan hasil yang tak lagi meyakinkan. Pada akhirnya, kombinasi tekanan internal dan performa menurun membuat perjalanan Xabi Alonso di Real Madrid harus berakhir lebih cepat dari rencana awal. (fan)