- Reuters/Hannah Mckay
Detik-detik Xabi Alonso Murka pada Skuad Real Madrid: Saya Tidak Tahu Akan Melatih di Day Care
Jakarta, tvOnenews.com - Detik-detik Xabi Alonso murka pada skuad Real Madrid diungkapkan oleh media Spanyol, Marca. Keretakan hubungan pelatih dan pemain ini ternyata sudah terjadi di jauh-jauh hari sebelum pemecatan mengejutkannya beberapa hari lalu.
Xabi Alonso resmi dipecat setelah gagal meraih gelar juara Piala Super Spanyol melawan Barcelona. Bak tumpukan gunung es, kegagalan itu dimanfaatkan untuk memecat sang pelatih.
"Xabi Alonso dipecat pada Januari 2026, namun sang manajer telah kehilangan tempat di Real Madrid sejak awal November 2025, saat itu, keretakan antara skuad dan Xabi Alonso sudah terlihat jelas," tulis laporan Marca dikutip Rabu (14/1/2026).
Jarak antara pelatih dan pemain bahkan menjauh drastis ketika Xabi Alonso murka ketika memimpin latihan. Saat itu emosinya meledak dan menyebut bahwa dia tidak tahu akan menjadi pelatih di tempat penitipan anak alias day care.
"Saya tidak tahu akan melatih di tempat day care!" kata Xabi Alonso kala itu.
Ternyata it bukan menjadi peringatan bagi pemainnya, melainkan keputusasaan sang pelatih yang sudah menyerah untuk mengatur para pemainnya sendiri.
"Xabi sudah lama kesal karena para pemain tak mau memenuhi tuntutan yang dia berikan setiap sesi latihan, terutama pada latihan taktik. Wajah cemberut, sikap buruk, hingga bisikan antar pemain membuatnya tak tahan," tulis Marca.
Dari sisi pemain, lanjut laporan Marca, pemain Real Madrid menganggap Xabi Alonso terlalu menuntut dan berlebihan ketika menerapkan taktik. Bahkan tak jarang dia mengoreksi sang asisten, termasuk Sebas Parrilla di depan pemain.
Lingkungan kerja yang buruk dan tekanan pun semakin merusak hubungan dalam tim. Bahkan sejak tampil di Piala Dunia Antarklub, Xabi tergesa-gesa untuk memulai masa pramusim dan tak sempat mengerjakan filosofi sepak bola yang ingin dia terapkan.
Keagresifan itu pun ternyata tak sejalan dengan para pemainnya sendiri. Di saat Xabi tidak senang dengan para pemainnya, para pemain pun tidak senang dengan Xabi.
Hubungan Xabi Alonso dengan manajemen klub pun kemudian disinggung oleh Marca. Entah untuk memperburuk keadaan atau membantu, klub mengutus nama pelatih tim satelit Real Madrid, Real Madrid Castilla, Alvaro Arbeola untuk berada di sekitar tim.
Arbeola sering hadir di latihan tim, entah untuk memantau pekerjaan sang pelatih atau untuk menarik perhatian pemain. Yang jelas, pelatih tim satelit berada di sesi latihan tim utama menjadi sorotan Marca saat itu.
Benar saja, ketika krisis terjadi, Xabi Alonso dianggap gagal untuk memimpin tim. Puncaknya, Piala Super Spanyol menjadi sorotan putusnya hubungan sang pelatih.
Baru diumumkan pemecatan, Real Madrid pun menunjuk Alvaro Albeora untuk memimpin tim sebagai pengganti Xabi Alonso. (hfp)