- REUTERS/Vincent West
Satu per Satu Aib Para Pemain Real Madrid Terungkap, Lakukan Tindakan 'Tak Hormat' sebelum Xabi Alonso Dipecat
Jakarta, tvOnenews.com - Awal pekan ini, perjalanan Real Madrid bersama Xabi Alonso resmi berakhir setelah melalui periode yang penuh dinamika. Keputusan ini diambil bersama menyusul kekalahan dramatis 3-2 dari Barcelona pada final Piala Super Spanyol, yang dinilai menjadi titik balik penting.
Xabi Alonso sejatinya mengawali karier kepelatihannya di Real Madrid dengan catatan menjanjikan. Kemenangan di El Clasico bulan Oktober sempat membawa Los Blancos unggul empat poin di puncak La Liga, sebelum situasi berbalik drastis.
Memasuki paruh berikutnya musim, performa Real Madrid justru merosot tajam. Kini, mereka tertinggal delapan poin dari Barcelona, kondisi yang memicu tekanan besar di internal klub.
Salah satu faktor utama yang disebut-sebut mempercepat kepergian Alonso adalah hubungan yang memburuk dengan sejumlah pemain kunci. Ia dikabarkan terlibat konflik serius dengan Vinicius Junior saat El Clasico, serta memicu ketidakpuasan pemain lain yang kemudian sampai ke telinga Florentino Perez dan jajaran direksi, menurut laporan Cadena SER.
Pengamat sepak bola Spanyol, Bruno Alemany dikutip dari Football Espana membeberkan kondisi ruang ganti Real Madrid di era Alonso. Ia menyebut staf kepelatihan mengetahui sejak November bahwa ada tujuh pemain yang telah mengkritiknya di hadapan dewan direksi, secara langsung atau tidak langsung, dengan tambahan bahwa beberapa di antaranya adalah pemain inti.
Dalam beberapa bulan terakhir, isu disharmoni antara Alonso dan para pemain terus mencuat ke publik. Terlepas dari siapa yang paling bertanggung jawab, situasi tersebut diyakini berdampak langsung pada performa di lapangan.
Kini, tongkat estafet berada di tangan Alvaro Arbeloa yang dituntut segera meredam gejolak internal. Namun, mengelola ruang ganti di Santiago Bernabeu yang sarat ego dan figur besar jelas menjadi tantangan besar bagi siapa pun yang duduk di kursi pelatih. (fan)