Iran Serang Menara 23 Marina Dubai
Riyadh, tvOnenews.com - Situasi di Arab Saudi dilaporkan tetap kondusif meskipun ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat akibat serangan yang diduga dilancarkan oleh Iran ke sejumlah target militer.
Mahasiswa Indonesia di Arab Saudi, Farid Hasan, menyampaikan bahwa hingga saat ini kondisi di wilayah tempat ia berada masih aman dan terkendali.
Farid mengatakan dirinya bersama puluhan mahasiswa Indonesia lainnya berada di kampus Prince Sattam bin Abdulaziz University di wilayah Al-Kharj. Menurutnya, aktivitas akademik masih berjalan normal.
Ia menjelaskan bahwa beberapa rudal dan drone yang diduga berasal dari Iran sempat terdeteksi melintas di langit Al-Kharj. Target serangan disebut mengarah ke fasilitas militer Amerika Serikat di wilayah tersebut.
Salah satu sasaran yang disebutkan adalah Prince Sultan Air Base, pangkalan militer yang berjarak sekitar 25 hingga 30 kilometer dari kampus tempat para mahasiswa berada.
Namun demikian, sistem pertahanan udara Arab Saudi dilaporkan berhasil mencegat seluruh rudal dan drone tersebut sebelum mencapai target.
Farid juga menyampaikan bahwa hingga saat ini tidak ada laporan korban akibat insiden tersebut.
Ia menambahkan, pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia di Riyadh terus memantau kondisi warga negara Indonesia di Arab Saudi sejak meningkatnya ketegangan pada awal Maret.
Menurutnya, KBRI secara rutin berkomunikasi dengan para WNI untuk memastikan kondisi mereka tetap aman serta memberikan panduan terkait langkah-langkah keamanan jika terjadi situasi darurat.
Terkait transportasi udara, Farid menyebut penerbangan langsung dari dan menuju Arab Saudi, termasuk dari Indonesia, telah kembali dibuka dalam beberapa hari terakhir.
Selain itu, penerbangan domestik di Arab Saudi juga dilaporkan telah beroperasi kembali secara normal.
Sementara itu, aktivitas masyarakat di berbagai kota di Arab Saudi juga masih berjalan seperti biasa.
Perkuliahan, kegiatan ibadah, serta aktivitas sehari-hari tetap berlangsung tanpa adanya kebijakan darurat.
Meski demikian, warga diimbau tetap waspada dan mengikuti arahan otoritas setempat di tengah situasi geopolitik yang masih berkembang di kawasan Timur Tengah.