- psv.nl
Ide Nekat Inter Milan, Ingin Gaet Veteran 36 Tahun untuk Pelapis Denzel Dumfries di Bursa Transfer Musim Dingin Ini
Jakarta, tvOnenews.com – Inter Milan membuat gebrakan mengejutkan di bursa transfer musim dingin dengan mencuatnya rumor kepulangan Ivan Perisic. Winger veteran asal Kroasia itu disebut masuk radar Nerazzurri untuk memperkuat skuad di paruh kedua musim ini.
Namun, langkah Inter untuk membawa pulang Perisic dipastikan tidak akan berjalan mudah. PSV Eindhoven dikabarkan meminta tawaran yang benar-benar serius sebelum mempertimbangkan untuk melepas sang pemain.
Laporan dari media Belanda, Eindhovens Dagblad, menyebut PSV tidak akan tergoda oleh penawaran bernilai kecil. Klub asal Eindhoven itu menilai Perisic masih memiliki kontribusi besar, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Inter sejatinya berharap bisa mendapatkan Perisic dengan harga relatif terjangkau. Faktor usia yang sudah menginjak 36 tahun sempat diyakini menjadi celah dalam proses negosiasi.
Namun, realitas di lapangan berkata lain. PSV tidak melihat usia sebagai penghalang, melainkan pengalaman yang justru menambah nilai Perisic bagi tim.
Pelatih PSV, Peter Bosz, disebut masih sangat mengandalkan Perisic dalam skema permainannya. Ia tidak memiliki rencana untuk melepas winger serbabisa tersebut pada bursa transfer Januari.
Posisi tawar PSV semakin kuat setelah Perisic resmi memperpanjang kontraknya hingga 2027. Kesepakatan baru itu menjadi sinyal bahwa klub masih menaruh kepercayaan penuh kepada sang pemain.
Dari sisi performa, Perisic juga tidak menunjukkan tanda-tanda penurunan. Sepanjang musim ini, ia tampil konsisten dan menjadi salah satu motor serangan PSV.
Catatan empat gol dan sepuluh assist di semua kompetisi menjadi bukti nyata kontribusinya. Statistik tersebut membuat PSV merasa tidak ada alasan mendesak untuk berpisah dengannya.
Bagi Inter Milan, situasi ini menjadi dilema tersendiri. Di satu sisi, mereka membutuhkan pemain berpengalaman untuk menjaga stabilitas tim.
Pelatih Cristian Chivu diyakini melihat Perisic sebagai solusi instan. Fleksibilitasnya bermain di beberapa posisi sangat dibutuhkan, terutama di tengah keterbatasan opsi di sektor sayap.
Absennya Denzel Dumfries turut memperkuat urgensi tersebut. Inter membutuhkan sosok yang tidak hanya matang secara teknis, tetapi juga memiliki mental kuat di laga-laga besar.
Meski demikian, manajemen Inter tidak ingin gegabah. Mereka harus menimbang apakah investasi besar untuk pemain senior sepadan dengan kebutuhan jangka panjang klub.
Kepulangan Perisic ke San Siro tentu memiliki nilai emosional tersendiri. Ia pernah menjadi bagian penting dari kesuksesan Inter di masa lalu dan memahami betul budaya klub.
Namun, sepak bola modern tidak lagi semata soal nostalgia. Setiap keputusan transfer harus didasarkan pada keseimbangan antara kebutuhan teknis dan kondisi finansial.
PSV berada di posisi nyaman dan tidak berada di bawah tekanan untuk menjual. Sikap tegas ini memaksa Inter untuk menaikkan standar tawaran jika ingin melanjutkan negosiasi.
Kini, bola ada di tangan Inter Milan. Apakah Nerazzurri bersedia mengajukan tawaran “penting” sesuai permintaan PSV, atau justru memilih mengalihkan bidikan ke target lain, akan menjadi salah satu cerita menarik di sisa bursa transfer musim dingin.
(sub)