- Instagram @xabialonso
Real Madrid Semakin Kacau, Ribuan Fans Kompak Pasang Banner Tuntutan agar Florentino Perez Mundur
tvOnenews.com - Berbagai media Spanyol melaporkan bahwa para fans Real Madrid memasang banner desakan kepada Florentino Perez untuk mundur.
Hal ini merupakan wujud dari kekacauan di skuad Real Madrid yang bermula ketika pelatih Xabi Alonso lengser dari jabatannya setelah tujuh bulan melatih.
Kisah Xabi Alonso di Real Madrid tak seindah ketika dirinya menjadi pemain. Saat melatih, kondisi ruang ganti Los Blancos kabarnya tak mendukung sang legenda.
Kegagalan di final Piala Super Spanyol atas Barcelona akhir pekan lalu menjadi eskalasi ketegangan skuad Real Madrid. Xabi Alonso pun akhirnya pergi.
Setelahnya, giliran legenda lainnya Alvaro Arbeloa yang ambil alih tongkat estafet dari Xabi Alonso. Ia ditugaskan sementara dari Real Madrid Castilla.
Bukannya membaik, keterpurukan Real Madrid justru berlanjut dalam laga debut Alvaro Arbeloa. El Real disingkirkan tim kasta bawah Albacete di Copa Del Rey.
Dengan rentetan hasil minor dalam satu pekan, Real Madrid dipastikan langsung kehilangan kesempatan untuk meraih dua trofi di sisa musim ini.
Sementara itu, sikap saling menyalahkan kemudian tumbuh atas keterpurukan Real Madrid ini. Namun, yang dianggap paling bertanggung jawab adalah Florentino Perez.
Pria berusia 78 tahun tersebut dituding ikut memperkeruh ketegangan di ruang ganti Real Madrid. Beberapa sumber mengatakan jika sang presiden malah membela para pemain.
Konon, sikap Florentino Perez membuat amarah suporter tak terbendung. Apalagi, sejumlah tindakan sang presiden juga sempat menuai kontroversi.
Di luar memanasnya ruang ganti dan lengsernya Xabi Alonso, kontroversi dari Florentino Perez adalah saat dia memboikot Ballon D'or serta mendukung ide Super League.
Oleh karena itu, para suporter Real Madrid melancarkan aksi tegas dengan membentangkan banner protes terhadap kepemimpinan Florentino Perez.
Dari beberapa gambar yang beredar di media sosial, terlihat sejumlah spanduk putih dengan nada satire kepada Florentino Perez memenuhi beberapa tempat di kota Madrid.