- REUTERS/Daniele Mascolo
Kontroversi Kemenangan Inter Milan atas Udinese, Media Italia Soroti Kinerja Wasit yang Lakukan Blunder
Jakarta, tvOnenews.com – Sorotan tajam media Italia mengarah kepada wasit Marco Di Bello usai laga Udinese kontra Inter Milan yang berakhir dengan kemenangan tipis 1-0 untuk Nerazzurri. Kepemimpinannya dinilai meninggalkan polemik serius meski pertandingan berjalan relatif tenang di sebagian besar waktu.
Inter Milan memang pulang dengan tiga poin penting dari markas Udinese. Namun, kemenangan tersebut dibayangi kontroversi yang membuat peran wasit menjadi perbincangan hangat setelah laga usai.
Dalam lebih dari satu jam pertandingan, Marco Di Bello sejatinya mampu menjaga ritme permainan tetap terkendali. Tidak ada insiden besar yang memancing emosi pemain maupun ofisial hingga memasuki babak kedua.
Situasi berubah drastis pada menit ke-68 ketika sejumlah keputusan Di Bello memicu ketegangan. Sejak momen itu, atmosfer pertandingan terasa berbeda, baik di atas lapangan maupun di tribun.
Kontroversi bermula saat Inter mendapatkan tendangan bebas di tepi kotak penalti Udinese. Keputusan tersebut diambil setelah Kabasele dianggap melakukan handball akibat pantulan bola dari rekan setimnya.
Harian Gazzetta dello Sport mempertanyakan validitas keputusan tersebut. Media tersebut menilai jarak pantulan bola terlalu dekat untuk dikategorikan sebagai pelanggaran yang disengaja.
Belum reda perdebatan soal handball, insiden lain kembali menyulut kontroversi. Penyerang Udinese, Davis, berlari menuju gawang sebelum dihentikan Carlos Augusto dengan tekel yang terlihat bersih.
Meski tayangan ulang menunjukkan Carlos Augusto lebih dulu menyentuh bola, Di Bello tetap mengeluarkan kartu kuning. Keputusan ini langsung memancing reaksi keras dari kedua kubu.
Udinese merasa dirugikan karena menganggap Davis berada dalam posisi menciptakan peluang emas. Mereka menilai insiden tersebut semestinya berujung kartu merah karena menggagalkan peluang mencetak gol.
Di sisi lain, Inter Milan juga melayangkan protes. Mereka menilai kartu kuning tersebut tidak adil dan mencerminkan kesalahan penilaian dari wasit.
Situasi semakin rumit karena VAR tidak dapat melakukan intervensi. Regulasi tidak mengizinkan peninjauan ulang terhadap keputusan kartu kuning, sehingga putusan wasit tetap berlaku.
Media Italia menyebut momen tersebut sebagai titik gelap dalam kepemimpinan Di Bello. Istilah “blackout” digunakan untuk menggambarkan hilangnya ketajaman wasit dalam membaca situasi krusial.