- REUTERS/Daniele Mascolo
AC Milan Gagal Kalahkan Como, Massimiliano Allegri Ribut Hebat dengan Cesc Fabregas
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, dilaporkan ribut hebat dengan Cesc Fabregas setelah laga kontra Como. Duel tersebut berakhir dengan skor imbang 1-1.
I Rossoneri menjamu Lariani dalam laga tunda di kasta tertinggi Liga Italia, Serie A, Kamis (19/2/2026) dini hari tadi WIB. Namun, mereka tertinggal lebih dulu di Stadio San Siro akibat gol Nico Paz pada menit ke-32.
Untungnya, Milan mampu menyelamatkan diri dari kekalahan berkat gol Rafael Leao pada menit ke-64. Namun, hasil imbang 1-1 merugikan untuk mereka dalam perebutan gelar juara Liga Italia atau Scudetto.
- REUTERS/Daniele Mascolo
Milan berpeluang mengikis ketertinggalan dari Inter Milan menjadi lima poin jika memenangkan laga ini. Namun, karena mereka gagal menang, selisih dari Inter masih terjaga cukup jauh, yaitu tujuh poin.
Situasi memanas setelah laga lantaran Massimiliano Allegri dan Cesc Fabregas dilaporkan ribut hebat di pinggir lapangan, sebagaimana dilaporkan oleh Football-Italia. Hal itu terjadi Fabregas tampak menarik seragam Alexis Saelemaekers.
Hal itu membuat Saelemaekers geram dan menyulut teriakan dari Allegri. Namun, wasit justru mengartu merah Allegri dan seorang asisten pelatih dari Como.
Fabregas lolos dari situasi tersebut. Namun, pelatih asal Spanyol itu meminta maaf dalam konferensi pers setelah laga.
“Saya meminta maaf, itu hanya sedikit sentuhan dan respons Allegri berlebihan, namun saya akui bahwa saya tidak seharusnya berbuat itu,” kata Fabregas, dikutip Football-Italia.
Fabregas menyadari bahwa itu adalah tindakan yang tidak sportif. Dia juga menyinggung pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, yang sempat menyulut kontroversi usai kartu merah Pierre Kalulu di laga kontra Juventus.
“Itu adalah tindakan yang tidak sportif, seperti yang Cristian Chivu katakan sebelumnya, kami harus menjaga tangan kami, terutama jika Anda adalah seorang pelatih,” tambahnya.
- Como 1907 Official
“Saya juga pasti akan marah [jika diperlakukan begitu], jadi saya hanya bisa meminta maaf dan berharap agar itu tidak akan terjadi lagi dalam karier saya,” sambungnya.