- REUTERS/Guglielmo Mangiapane
Terlalu Berani Berjudi, Eksperimen Gagal Cristian Chivu Jadi Sorotan saat Inter Milan Takluk 3-1 dari Bodo/Glimt
Jakarta, tvOnenews.com – Kekalahan Inter Milan di markas Bodo/Glimt bukan sekadar hasil buruk di papan skor. Laga itu meninggalkan tanda tanya besar terhadap keputusan sang pelatih, Cristian Chivu.
Bermain di Aspmyra Stadion, Inter takluk 1-3 dalam pertandingan yang seharusnya bisa mereka kendalikan. Alih-alih tampil solid, Nerazzurri justru terlihat rapuh sejak menit-menit awal.
Sorotan pun mengarah kepada Chivu yang dinilai terlalu berani mengambil risiko. Dilansir dari L’Interista, pendekatan yang dipilihnya dianggap tidak sejalan dengan tuntutan laga krusial tersebut.
Pertandingan ini sejatinya membutuhkan kehati-hatian dan keseimbangan. Atmosfer kandang Bodo/Glimt memang dikenal sulit, terutama bagi tim tamu yang tak siap secara mental maupun taktik.
Memang, Inter datang dengan sejumlah kendala. Denzel Dumfries, Hakan Calhanoglu, dan Davide Frattesi tak bisa dimainkan karena berbagai alasan.
Namun, absennya tiga nama itu tak sepenuhnya membenarkan eksperimen dalam susunan pemain. Keputusan mencadangkan Piotr Zielinski yang tengah tampil konsisten justru memunculkan tanda tanya besar.
Tak hanya itu, Yann Bisseck yang performanya stabil juga harus memulai laga dari bangku cadangan. Padahal, dalam beberapa pertandingan terakhir, ia menjadi salah satu pilar penting di lini belakang.
Sebagai gantinya, Chivu memberi kesempatan kepada Petar Sucic dan Francesco Acerbi. Sayangnya, keduanya gagal memberi dampak signifikan sepanjang pertandingan.
Inter terlihat kurang padu dan minim koordinasi. Transisi antarlini berjalan lambat, sementara lini belakang mudah ditembus lewat serangan cepat tuan rumah.
Ironisnya, sebelum laga Chivu sempat mengingatkan timnya agar tidak meremehkan Bodo/Glimt. Namun, di atas lapangan, keputusan yang diambil justru memberi kesan sebaliknya.
Menurunkan komposisi yang jarang dimainkan bersama dalam laga sepenting ini jelas berisiko. Terlebih ketika tiket ke babak 16 besar menjadi taruhannya.
Chivu juga menuntut energi dan kohesi dari para pemainnya. Padahal, membangun chemistry tidak bisa terjadi dalam semalam, apalagi dengan kombinasi yang belum teruji.
Kekalahan ini terasa mahal bagi Inter. Bukan hanya soal skor, tetapi juga momentum dan kepercayaan diri menjelang fase penting musim.
Bagi Chivu, malam di Norwegia bisa menjadi pelajaran berharga dalam karier kepelatihannya. Kesalahan kecil dalam mengambil keputusan dapat berdampak besar pada perjalanan sebuah tim di kompetisi Eropa.
(sub)