news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Bodo/Glimt Vs Inter Milan.
Sumber :
  • Reuters

Gagal Membayar Kepercayaan Cristian Chivu, Petar Sucic Jadi Sasaran Kritik Usai Inter Milan Tumbang

Hasil buruk yang diraih Inter Milan usai takluk 1-3 dari Bodo/Glimt tak hanya menyisakan luka di papan skor. Sorotan tajam juga mengarah kepada Petar Sucic.
Kamis, 19 Februari 2026 - 22:49 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Hasil buruk yang diraih Inter Milan usai takluk 1-3 dari Bodo/Glimt tak hanya menyisakan luka di papan skor. Sorotan tajam juga mengarah kepada Petar Sucic yang dinilai gagal memanfaatkan kesempatan emas sebagai starter.

Bermain di laga krusial Liga Champions, Sucic seharusnya mampu menunjukkan kualitasnya. Namun yang terlihat justru sebaliknya, ia kesulitan mengimbangi intensitas permainan sejak menit awal.

Situasi memang tidak sepenuhnya ideal bagi Inter. Cristian Chivu tak bisa menurunkan Hakan Calhanoglu yang selama ini menjadi motor kreativitas di lini tengah.

Di sisi lain, Piotr Zielinski yang tengah berada dalam performa menanjak sengaja disimpan. Keputusan itu diambil untuk menjaga kebugarannya di tengah jadwal pertandingan yang padat dan melelahkan.

Kondisi tersebut membuat Sucic dipercaya mengisi lini tengah sejak awal laga. Ia diplot untuk bekerja sama dengan Nicolo Barella dan Henrikh Mkhitaryan demi menjaga keseimbangan permainan.

Dengan Barella bermain lebih ke dalam sebagai pengatur tempo, Sucic memiliki ruang untuk bergerak lebih bebas. Peran itu seharusnya menjadi panggung yang tepat untuk menunjukkan kedewasaan dalam permainannya.

Sayangnya, kesempatan tersebut tak mampu ia maksimalkan. Menurut laporan L’Interista, beberapa kali sentuhannya kurang bersih dan membuat aliran bola Inter terhambat.

Umpan-umpan yang dilepaskannya kerap tidak akurat. Kesalahan kecil itu berdampak besar karena memberi peluang bagi Bodo/Glimt melancarkan serangan balik cepat.

Dalam beberapa momen, Sucic juga terlihat ragu dalam mengambil keputusan. Ia terlalu lama menahan bola sehingga momentum serangan Inter menguap begitu saja.

Permainan yang seharusnya mengalir justru menjadi tersendat. Lini tengah Inter kehilangan ritme dan tak mampu mendikte jalannya pertandingan.

Tekanan dari tuan rumah semakin terasa ketika koordinasi antarlini melemah. Absennya figur dominan di sektor tengah membuat Inter kesulitan mengontrol tempo permainan.

Bagi pemain berusia 22 tahun itu, laga ini bisa menjadi pelajaran penting. Bermain di level tertinggi menuntut konsistensi dan ketenangan dalam setiap sentuhan.

Kekalahan 1-3 ini tentu bukan sepenuhnya kesalahan Sucic seorang. Namun, penampilannya yang jauh dari harapan membuat namanya tak luput dari kritik.

Kini, peluangnya untuk kembali tampil sebagai starter pada leg kedua menjadi tanda tanya. Chivu harus mempertimbangkan ulang komposisi terbaik demi menjaga asa Inter tetap hidup di kompetisi Eropa.

(sub)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:53
03:19
03:37
06:06
16:30
07:29

Viral