- REUTERS/Daniele Mascolo
Mengaku Malu, Cesc Fabregas Minta Maaf dan Sesali Insiden di Pinggir Lapangan yang Bikin Allegri Diusir Wasit pada Laga AC Milan vs Como
Jakarta, tvOnenews.com - Permintaan maaf disampaikan Cesc Fabregas setelah dirinya menjadi pusat kontroversi dalam laga panas kontra AC Milan. Insiden di pinggir lapangan itu bukan hanya memanaskan suasana, tetapi juga berujung pada kartu merah untuk pelatih Milan, Massimiliano Allegri.
Sekilas, banyak yang mengira Allegri melakukan pelanggaran berat hingga harus meninggalkan bangku cadangan lebih cepat. Namun, keputusan tersebut sejatinya dipicu oleh reaksi emosional sang pelatih atas insiden yang lebih dulu terjadi.
Momen krusial itu muncul pada menit ke-78 pertandingan. Saat itu, Fabregas terlihat menarik Alexis Saelemaekers untuk menghentikan pergerakannya menuju pemain Como yang tengah membangun serangan.
Tindakan tersebut jelas tergolong tidak sportif dan memancing protes keras dari kubu Rossoneri. Sayangnya, ofisial pertandingan tidak menangkap insiden itu sebagai pelanggaran serius yang layak diganjar kartu merah.
Alih-alih menghukum Fabregas, wasit justru mengusir Allegri yang meluapkan protes di area teknis. Situasi itu sontak memicu perdebatan panjang, baik di dalam stadion maupun di ruang publik setelah laga berakhir.
Banyak pihak menilai keputusan tersebut berpotensi merugikan Milan dalam perburuan poin musim ini. Terlebih, laga berjalan dalam tensi tinggi dan setiap keputusan bisa berdampak besar terhadap hasil akhir.
Hubungan antara Allegri dan Fabregas pun menjadi sorotan tersendiri. Ketegangan yang sebelumnya hanya terasa samar mendadak terlihat jelas di hadapan ribuan pasang mata.
Meski demikian, Fabregas tidak bersembunyi dari tanggung jawab. Ia tampil di hadapan media dan secara terbuka menyampaikan permintaan maaf atas tindakannya.
Dalam wawancara yang dikutip dari DAZN, pelatih asal Spanyol itu mengakui emosinya sempat lepas kendali. Ia menyebut perbuatannya sebagai sesuatu yang tidak ia banggakan sebagai seorang profesional.
“Pertama-tama, izinkan saya meminta maaf. Hari ini saya melakukan sesuatu yang tidak saya banggakan, saya melakukan tindakan yang tidak sportif,” ujar Fabregas.
Ia menambahkan bahwa dirinya terlalu terbawa suasana pertandingan yang penuh tekanan. Menurutnya, sebagai pelatih, ia seharusnya mampu memberi contoh yang lebih baik di pinggir lapangan.