- REUTERS/Claudia Greco
Ilmu Padi Bintang Inter Milan, Tetap Merendah dan Belum Mau Bahas Scudetto Meski Unggul 10 Poin di Puncak Klasemen
Jakarta, tvOnenews.com - Henrikh Mkhitaryan menolak larut dalam euforia meski Inter Milan semakin nyaman di puncak klasemen Serie A. Gelandang senior itu justru memilih meredam antusiasme dan mengingatkan semua pihak bahwa perjalanan musim masih panjang.
Kemenangan 2-0 atas Lecce memang memperlebar jarak Inter dari para pesaingnya. Namun, bagi Mkhitaryan, tambahan tiga poin itu belum cukup untuk mulai berbicara soal Scudetto.
Ia mencetak gol pembuka dalam laga tersebut dan tampil solid sepanjang pertandingan. Meski begitu, sorotan bukan tertuju pada selebrasinya, melainkan pada pesan tegas yang ia sampaikan selepas laga.
Berbicara kepada RAI Sport, pemain asal Armenia itu meminta rekan-rekannya tetap menjaga fokus. Ia tak ingin keunggulan sepuluh poin atas AC Milan justru membuat tim terlena.
“Itu tidak berarti apa-apa saat ini,” ujarnya soal posisi Inter di puncak klasemen. Kalimat singkat itu menggambarkan sikap hati-hati yang ia pegang teguh.
Menurut Mkhitaryan, klasemen bukanlah hal utama yang harus dipikirkan saat ini. Ia menegaskan bahwa masih banyak pertandingan yang bisa mengubah situasi dalam waktu singkat.
“Kami memikirkan pertandingan-pertandingan yang ada di depan kami. Kami tidak memikirkan klasemen, masih banyak laga yang harus dimainkan, jadi kami tetap tenang dan berpikir jernih tentang apa yang menanti,” katanya.
Ucapan itu terasa relevan mengingat jadwal padat yang menanti Inter dalam beberapa hari ke depan. Fokus mereka kini terarah pada leg kedua Liga Champions melawan Bodo/Glimt.
Pada pertemuan pertama, Inter harus menelan kekalahan 1-3 dari wakil Norwegia tersebut. Artinya, mereka wajib tampil nyaris sempurna di San Siro untuk membalikkan keadaan.
Mkhitaryan memahami betul besarnya tantangan tersebut. Ia tidak hanya berbicara soal taktik, tetapi juga tentang mentalitas dan dukungan yang dibutuhkan tim.
“Kami akan membutuhkan pemain ke-12 kami, para suporter,” ucapnya penuh harap. Ia percaya atmosfer San Siro bisa menjadi energi tambahan yang mendorong tim bangkit.
Baginya, dukungan publik bukan sekadar pelengkap. Dalam laga sebesar ini, suara dari tribun dapat menjadi dorongan emosional yang memantik determinasi para pemain di lapangan.
“Kami berharap dengan dukungan mereka dan hasrat kami untuk lolos, kami bisa memenangkan pertandingan,” lanjutnya. Ia menutup pernyataannya dengan nada optimistis, namun tetap realistis.
Sikap Mkhitaryan mencerminkan pengalaman panjang yang ia miliki di level tertinggi. Di tengah peluang meraih gelar dan tekanan kompetisi Eropa, ia memilih tetap membumi serta mengajak Inter melangkah dengan kepala dingin.
(sub)