- REUTERS/Manon Cruz
Michele Di Gregorio Jadi Kambing Hitam Keterpurukan Juventus, Luciano Spalletti Pasang Badan
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, pasang badan untuk Michele Di Gregorio jelang duel kontra Galatasaray. Sang penjaga gawang menjadi sasaran hujatan publik belakangan.
Bianconeri akan menjamu Galatasaray di Allianz Stadium, Turin pada Kamis (26/2/2026) dini hari nanti WIB. Mereka tertinggal 2-5 dari leg pertama playoff 16 besar Liga Champions 2025-2026.
Untuk lolos ke 16 besar, Juve perlu menang besar dengan margin empat gol pada duel nanti malam. Itu menjadi persoalan berat karena mereka berada dalam tren buruk belakangan ini.
Juventus tidak mampu menang dalam lima laga terakhirnya di semua ajang. Sebanyak tiga partai teranyar berakhir dengan kekalahan, selagi empat dari rangkaian lima laga tersebut adalah kekalahan.
Salah satu kelemahan Si Nyonya Tua yang disoroti oleh publik terletak di pos penjaga gawang. Michele Di Gregorio ramai dihujat setelah kekalahan 0-2 dari Como pada Sabtu (21/2/2026) lalu.
Dia kebobolan pada saat menghadapi tembakan tepat sasaran pertama di laga tersebut. Itu bukan pertama kalinya Juve menghadapi situasi ini.
Dalam 13 laga di Serie A musim ini, Juve kebobolan dari tendangan tepat sasaran pertama. Mereka adalah tim dengan pertahanan terburuk dalam hal ini.
Keluarga Di Gregorio kabarnya sampai menjadi kabar hujatan dari publik setelah kekalahan kontra Como. Mereka diwartakan mendapatkan ancaman pembunuhan, sebagaimana dilansir dari Football-Italia..
Pelatih Luciano Spalletti pun pasang badan untuk anak asuhnya menjelang duel kontra Galatasaray. Dia menegaskan bahwa Di Gregorio bukanlah satu-satunya yang bersalah, melainkan tim secara keseluruhan.
“Kami perlu mengembangkan kemampuan untuk menerima jika diremehkan, sehingga kami bisa berhenti bergantung pada pandangan orang lain dan menjadi bebas,” kata Spalletti dalam konferensi pers, dikutip dari Ilbianconero.
“Semuanya dimulai dari sana: berhenti bertanya-tanya apa yang akan terjadi dan mulailah memikirkan apa yang ingin Anda capai. Sebagai sebuah tim, kami tidak mempedulikan opini dan kritik orang lain; kami berbagi semuanya secara merata,” tambahnya.
Sang pelatih berusia 66 tahun menegaskan bahwa Juventus harus bisa menghentikan bola sebelum mengarah ke gawang Di Gregorio. Hal ini perlu menjadi perbaikan bagi mereka ke depannya.
“Setiap orang menanggung sedikit dari semua hinaan dan kritik, seperti celengan bersama di luar ruang ganti tempat hal-hal baik dan buruk dibuang, karena itu menjadi beban yang lebih ringan untuk ditanggung, dan Anda dapat melihatnya dari cara anak-anak bercanda ketika mereka bertemu dengan pemain yang sedang diolok-olok saat itu,” katanya.
“Pemikirannya adalah: Seharusnya aku tidak membiarkan dia menembak ke gawang, seharusnya aku tidak kehilangan bola itu... kita semua kembali ke belakang untuk bertanggung jawab atas apa yang terjadi. Sebelum tembakan ke gawang, dua atau tiga situasi lain terjadi,” pungkasnya. (rda)