- Inter
Alessandro Del Piero Komentari Tersingkirnya Inter Milan di Liga Champions
Jakarta, tvOnenews.com - Alessandro Del Piero mengomentari tersingkirnya Inter Milan di Liga Champions. Kegagalan Inter Milan ini mengejutkan karena takluk dari klub Norwegia, Bodo/Glimt.
Inter Milan dipermalukan dengan skor 1-2 di dai Bodo/Glimt pada Rabu (25/2/2026) dini hari WIB. Skor agregat akhir 2-5 memastikan Inter Milan tersingkir dari Liga Champions.
Alessandro Del Piero, yang dikenal lugas dalam memberikan pandangan, tidak ragu memuji performa tim lawan. Namun, di sisi lain ia juga mengkritik permainan Inter yang dianggap tidak menunjukkan kualitas terbaiknya.
"Bodo memainkan pertandingan yang luar biasa, kerja sama tim, hasrat dan semangat mereka terhadap sepak bola menjadi pembeda," kata Del Piero dikutip dari laman Football Italia, Rabu (25/2/2026).
Menurut Del Piero, determinasi dan organisasi permainan Bodo/Glimt menjadi faktor utama kemenangan mereka. Klub asal Norwegia itu dinilai tampil tanpa beban dan penuh keberanian menghadapi raksasa Italia.
Namun kritik tajam diarahkan kepada Inter. Ia menilai skuad asuhan Simone Inzaghi tampil di bawah standar dalam laga krusial tersebut.
"Namun Inter terlalu pasif. Pertandingan seperti ini dimenangkan dengan melakukan sesuatu yang lebih dari sekadar rata-rata, dan malam ini Inter bermain biasa saja. Sering kali itu cukup bagi mereka, tetapi malam ini semuanya berjalan salah," katanya.
Alessandro Del Piero juga menyoroti atmosfer pertandingan yang dihadiri puluhan ribu penonton. Ia menilai Inter gagal memanfaatkan momen emosional yang seharusnya bisa menjadi pemantik semangat.
"Ada 80 ribu orang di sana, hanya butuh satu momen untuk membakar semangat penonton seperti itu," katanya.
Ia menambahkan bahwa performa Inter memang tidak sepenuhnya buruk, tetapi tidak memiliki faktor pembeda yang dibutuhkan dalam laga besar.
"Penampilan mereka memang tidak sepenuhnya tanpa nyawa, tetapi tanpa sesuatu yang ekstra, hal itu membuat kita berpikir. Sangat disayangkan, karena Inter memiliki semua alat untuk lolos," katanya.
Kegagalan ini menjadi pukulan telak bagi Inter yang sebelumnya digadang-gadang sebagai salah satu kandidat kuat juara. Banyak pihak menilai pengalaman dan kedalaman skuad seharusnya cukup untuk membawa mereka melangkah lebih jauh.
Sorotan Del Piero kemudian beralih kepada mantan klubnya, Juventus, yang juga tengah berada dalam situasi sulit. Bianconeri harus menghadapi Galatasaray pada leg kedua dengan agregat tertinggal 2-5.
Menurut Del Piero, tantangan yang dihadapi Juventus bahkan lebih berat dibandingkan Inter.
"Juventus menghadapi tantangan yang sangat besar, jauh lebih berat daripada yang dihadapi Inter,”" ujarnya.
Ia menyerukan agar Juventus menunjukkan respons penuh kebanggaan dan karakter khas klub besar Eropa.
"Mereka perlu memberikan respons penuh kebanggaan, memenangkan pertandingan dan menampilkan performa yang lebih unggul. Mereka membutuhkan percikan untuk mengubah tren saat ini, karena mereka telah kalah dalam beberapa pertandingan terakhir. Akan sangat sulit bagi mereka untuk lolos, meskipun kita semua berharap mereka bisa," katanya.