- REUTERS/Claudia Greco
Duit Menipis tapi Tetap Pede! Giuseppe Marotta Jamin Gagal di UCL Tak Ganggu Rencana Belanja Inter Milan Musim Panas Nanti
Jakarta, tvOnenews.com – Tersingkirnya Inter Milan dari Liga Champions musim ini menghadirkan kekecewaan besar bagi publik Giuseppe Meazza. Untuk pertama kalinya sejak musim 2020/21, Nerazzurri gagal melangkah hingga babak 16 besar kompetisi elite Eropa tersebut.
Kekalahan dari Bodo/Glimt menjadi pukulan yang sulit diterima. Tidak hanya dari sisi prestasi, hasil itu juga memunculkan kekhawatiran terkait dampak finansial yang harus ditanggung klub.
Laporan Corriere dello Sport menyebutkan bahwa potensi kerugian ekonomi cukup signifikan. Pendapatan Inter dari Liga Champions musim ini menurun drastis dibandingkan pencapaian mereka pada musim sebelumnya.
Sebagai gambaran, pada edisi lalu Inter berhasil meraup sekitar 136,6 juta euro dari perjalanan mereka di Eropa. Meski kalah telak 0-5 dari Paris Saint-Germain di partai final, angka tersebut tetap menjadi suntikan dana yang sangat besar.
Musim ini situasinya jauh berbeda. Inter hanya mengoleksi sekitar 71,27 juta euro dari hadiah kompetisi, hampir separuh dari pendapatan sebelumnya.
Catatan tersebut memicu spekulasi bahwa kegagalan di Eropa bisa memengaruhi aktivitas transfer musim panas. Apalagi Inter tengah berambisi mempertahankan dominasi di Serie A sekaligus membangun ulang skuad agar lebih kompetitif.
Namun, manajemen klub tampaknya tidak panik menghadapi situasi ini. Stabilitas finansial yang mulai terbangun dalam beberapa tahun terakhir menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan proyek olahraga mereka.
Di bawah kendali Oaktree Capital Management, Inter dinilai memiliki struktur keuangan yang lebih sehat. Kondisi tersebut membuat klub mampu menyerap dampak kegagalan tanpa harus mengambil langkah ekstrem.
Presiden klub, Giuseppe Marotta, disebut tetap berjalan sesuai rencana dalam menyusun strategi transfer. Ia diyakini tidak akan melakukan perubahan drastis hanya karena pemasukan dari Liga Champions berkurang.
Kepercayaan diri itu juga memberi angin segar bagi jajaran pelatih. Cristian Chivu tetap dapat berharap adanya tambahan amunisi baru untuk memperkuat kedalaman tim.
Fokus Inter kini tertuju pada penyegaran skuad tanpa mengorbankan keseimbangan finansial. Klub ingin memastikan bahwa kegagalan di satu kompetisi tidak merusak rencana jangka panjang yang telah disusun secara matang.