- REUTERS/Alessandro Garofalo
Ogah Jemawa, Federico Dimarco Rela Tukar Semua Golnya Demi Gelar Scudetto untuk Inter Milan
Jakarta, tvOnenews.com – Kemenangan 2-0 atas Genoa di San Siro menghadirkan satu nama yang paling menonjol di atas lapangan, yakni Federico Dimarco. Bek sayap Inter Milan itu membuka keunggulan lewat gol indah dan dinobatkan sebagai Panini Player of the Match.
Namun di tengah sorotan dan pujian, Dimarco justru memilih meredam euforia. Ia menegaskan bahwa semua pencapaian individu tidak akan berarti tanpa trofi di akhir musim.
Berbicara kepada Sky Sport dan DAZN seusai laga, pemain timnas Italia itu menunjukkan sikap yang konsisten. Fokusnya bukan pada statistik pribadi, melainkan pada target kolektif Inter.
Saat ditanya mengenai musim impresif yang tengah ia jalani, Dimarco tak ingin larut dalam angka. Ia mengakui performanya cukup baik, tetapi baginya itu belum cukup.
“Ini musim yang bagus, tetapi jika angka-angka ini tidak membawa trofi untuk tim, maka nilainya berkurang,” ujarnya. Ia bahkan menyebut lebih rela mencetak gol lebih sedikit asalkan Inter bisa mengangkat Scudetto.
Pernyataan tersebut menggambarkan mentalitas yang kini tertanam kuat di ruang ganti Nerazzurri. Bagi Dimarco, sepak bola bukan soal pencapaian personal, melainkan tentang akhir yang bahagia bersama tim.
Dalam wawancara bersama DAZN, nada bicaranya tetap rendah hati. Ia menekankan bahwa kerja keras memang penting, tetapi tujuan akhirnya adalah gelar juara.
“Kerja keras selalu membuahkan hasil. Jika gol-gol itu membawa gelar, bagus. Jika hanya menjadi catatan pribadi, maka itu tidak banyak berarti,” katanya.
Kemenangan atas Genoa juga menjadi respons cepat setelah kekecewaan tersingkir dari Liga Champions. Dimarco mengakui bahwa bangkit dari kekalahan bukan hal yang mudah.
“Tidak pernah mudah bangkit setelah kalah, tetapi setiap kali Inter kalah, kami selalu menunjukkan persatuan dan kembali lebih kuat,” tuturnya. Ia menilai karakter itulah yang kembali terlihat di San Siro.
Menurutnya, laga melawan Genoa tetap menyisakan momen sulit. Kelelahan akibat pertandingan sebelumnya masih terasa, namun tim mampu menjaga fokus hingga akhir.
“Kami sempat mengalami momen sulit karena kelelahan masih terasa, tetapi kami terus melangkah maju karena sekarang kami sudah dekat,” ucapnya. Kalimat itu menjadi penanda bahwa perburuan gelar semakin memasuki fase krusial.
Dimarco juga mengingatkan bahwa setiap laga sisa musim ini memiliki bobot yang lebih berat. Selisih poin harus dijaga dan konsistensi tak boleh goyah.
“Mulai sekarang hingga akhir musim, setiap kemenangan akan terasa semakin berat,” tegasnya. Ia menilai reaksi tim setelah kekalahan merupakan cerminan mentalitas juara.
Di tengah jadwal padat yang menanti, termasuk semifinal Coppa Italia dan derby, Dimarco memilih menjaga fokus. “Pertama ada Coppa Italia, lalu baru kami memikirkan derby,” katanya singkat.
Bagi Dimarco, perjalanan masih panjang dan belum ada yang benar-benar dimenangkan. Selama Scudetto belum berada di tangan, semua statistik dan penghargaan individu hanyalah angka tanpa makna.
(sub)