- Ajax
Setelah Mees Hilgers Jadi Korban, Pengamat Belanda Kini Serang Maarten Paes usai Ajax Gagal Menang Lagi
Jakarta, tvOnenews.com - Pengamat sepak bola Belanda kembali mengkritik pemain Timnas Indonesia. Setelah Mees Hilgers di tahun lalu, Maarten Paes kini menjadi korban serangannya setelah Ajax Amsterdam gagal menang lagi.
Paes melakoni laga keduanya bersama klub ibu kota Belanda, Ajax, pada Minggu (1/3/2026) kemarin. Pada laga debutnya, dia gagal memberikan kemenangan atas NEC Nijmegen yang berakhir imbang 1-1.
Secara personal, Paes tampil cukup mengesankan dengan melakukan enam penyelamatan dalam laga debutnya. Namun, kekurangannya dalam membangun serangan membuatnya menjadi sasaran kritikan.
Ketangguhan Maarten Paes di bawah mistar kembali terbukti dalam duel kontra PEC Zwolle kemarin. Dia melakukan dua penyelamatan dan mencatatkan rating tertinggi di skuad Ajax, yaitu 8,3, menurut penilaian penyedia statistik Sofascore.
Paes juga aktif dalam pembangunan serangan dengan rasio kesuksesan 78 persen dalam umpan-umpannya. Dia mencoba melakukan umpan panjang 14 kali, namun hanya enam di antaranya yang sukses alias memiliki rasio kesuksesan 43 persen dalam melakukan umpan panjang ini.
Walau begitu, performa Paes tampaknya belum cukup untuk memesona semua orang. Dia masih menjadi sasaran kritikan pengamat sepak bola Belanda, Kenneth Perez.
Menurut mantan pemain Ajax Amsterdam tersebut, Paes adalah pembuat masalah terbesar di pos penjaga gawang untuk Ajax. Kemampuannya untuk membangun serangan dianggap masih kurang.
“Anda memiliki pembuat masalah terbesar di bawah mistar sepanjang ingatan,” kata Perez tentang Paes dalam acara Dit Was Het Weekend di ESPN, sebagaimana dilansir Voetbal International.
“Dia memainkan bola-bola tergila. Dan sangat lemah. Anda harus memainkan umpan akurat atau tidak sama sekali. Begitulah yang selalu terjadi di Ajax,” tambahnya.
Pendapat Perez, pria berkebangsaan Denmark yang menghabiskan hampir seluruh kariernya di Liga Belanda, disetujui oleh pengamat sepak bola Belanda lainnya, Marciano Vink. Perez menilai bahwa kualitas Paes tidak memenuhi standar Ajax.
"Lihat ini, Marciano," kata Perez, berbicara kepada Vink. "Dia bermain seperti kiper Ajax. Dia belum pernah melakukan ini sebelumnya. Dia adalah kiper yang tidak perlu membangun serangan sampai dia datang ke Ajax."