news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pemain Timnas Indonesia Jay Idzes.
Sumber :
  • Sassuolo

Jay Idzes Kena Sindir Legenda Timnas Italia usai Sassuolo Akhiri Rekor Kemenangan di Liga Italia

Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, kena sindir dari legenda Timnas Italia. Hal ini terjadi seiring dengan kekalahan Sassuolo di Liga Italia.
Selasa, 10 Maret 2026 - 07:37 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, kena sindir dari legenda Timnas Italia. Hal ini terjadi seiring dengan kekalahan Sassuolo di Liga Italia.

Neroverdi harus mengakhiri rangkaian kemenangan dalam tiga laga beruntun pada Selasa (10/3/2026) dini hari tadi WIB. Sebab, mereka takluk dengan skor 1-2 dari Lazio.

Dalam duel di Stadio Olimpico, Sassuolo sudah tertinggal sejak menit kedua akibat gol Daniel Maldini. Armand Lauriente sempat menyamakan skor sebelum babak pertama berakhir, namun gol telat Adam Marusic di masa injury time mengamankan kemenangan untuk tuan rumah.

Sassuolo kini harus puas untuk turun ke peringkat kesembilan klasemen sementara kasta tertinggi Liga Italia, Serie A. Namun, mereka masih unggul satu tingkat dan satu poin di depan Lazio yang menghuni peringkat ke-10.

Setelah pertandingan, pelatih Fabio Grosso mengungkap penyebab timnya menderita kekalahan dalam laga ini. Dia mengakui bahwa Jay Idzes dan kolega tidak tampil dengan cukup baik sejak awal.

Namun, dia menekankan bahwa Neroverdi berada jauh di depan jadwal. Sebab, tujuan mereka untuk selamat dari degradasi tampaknya akan terpenuhi.

“Pendekatan awal kami tidak tepat, namun ada masalah kematangan yang membutuhkan beberapa langkah tertentu dalam proses, dan kami sangat jauh di depan jadwal untuk musim ini,” kata Grosso kepada Sky Sport Italia.

“Jika kami mampu menjaga konsistensi, maka kami akan berada pada posisi yang lebih tinggi di klasemen. Kami bereaksi terhadap gol pembuka, mengawali babak kedua dengan baik juga, namun kehilangan intensitas di menit-menit akhir,” tambahnya.

Grosso menyinggung bahwa Jay Idzes dan rekan-rekan setimnya sering melakukan kesalahan. Tak hanya di lini pertahanan, melainkan juga lini serang karena ada dua peluang emas yang terlewati.

“Itu lebih kepada masalah psikologis ketimbang fisik, terutama setelah membuang dua peluang emas, kemudian membuat beberapa kesalahan naif,” tandas legenda Timnas Italia yang pernah menjuarai Piala Dunia 2006 itu.

“Akan penting untuk membawa setidaknya satu poin, karena Lazio mungkin menghadapi kesulitan, namun mereka tetaplah tim yang sangat kuat. Mereka mampu menurunkan para pemain yang segar di lini serang yang kemudian membuat perbedaan,” tukasnya.

Fabio Grosso percaya bahwa timnya masih bisa menjadi lebih baik lagi. Dia juga menekankan bahwa Sassuolo hanya kalah karena gol di menit akhir.

“Kami tentu bisa bermain lebih baik. Biasanya saya tidak mengganti kedua bek sayap, tetapi Coulibaly sedang berjuang untuk mendapatkan kebugaran, sementara Garcia baru saja mendapat kartu kuning dan Lazio menekan keras dalam duel-duel di sisi sayap, jadi saya tidak ingin kami bermain dengan 10 pemain,” jelas Grosso.

“Itu berarti saya tidak bisa menggunakan dua pergantian pemain untuk melakukan perubahan di lini serang. Sayang sekali, kami memiliki beberapa peluang besar beberapa saat sebelum kebobolan gol terakhir. Ketika kami tidak bermain dengan intensitas penuh, tim dengan kualitas seperti ini akan memanfaatkannya,” sambungnya.

“Sayang sekali kami kebobolan gol di akhir pertandingan, kami pulang dengan rasa pahit. Kita harus ingat bahwa jika kita tidak bermain maksimal, tim seperti kita akan kehilangan poin,” pungkasnya. (rda)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

07:39
06:31
04:24
03:05
01:39
01:03

Viral