- AFC
Konflik Timur Tengah, AFC Buka Beberapa Opsi untuk Selesaikan ACLE Zona Timur
Jakarta, tvOnenews.com - Konflik Timur Tengah membuat AFC membuat beberapa opsi untuk menyelesaikan seluruh rangkaian AFC Champions League Elite dari Zona Timur.
AFC menunda babak 16 besar AFC Champions League Elite Zona Timur karena terdampak konflik Timur Tengah. Otoritas sepak bola Asia menegaskan bahwa perubahan kemungkinan hanya terjadi pada tanggal pertandingan, sementara lokasi final tetap dipertahankan.
Kepastian tersebut disampaikan oleh Sekretaris Jenderal AFC, Windsor Paul John, saat berbicara dalam konferensi pers di Wisma FAM, Senin (16/3/2026).
Ia mengatakan AFC saat ini terus memantau situasi dan melakukan evaluasi terhadap jadwal pertandingan yang terdampak oleh kondisi regional.
“Kami sedang melihat bagaimana cara menyelesaikan semua pertandingan bagi tim-tim yang saat ini berada dalam jalur untuk lolos ke fase berikutnya. Saat ini kami masih melakukan penilaian situasi. Kami masih memiliki sedikit waktu,” ujar Windsor dikutip dari laman Scoop, Senin (16/3/2026).
Ia juga menegaskan bahwa meskipun ada kemungkinan perubahan jadwal pertandingan, lokasi partai puncak kompetisi tetap tidak akan dipindahkan.
“Jika ada yang bertanya apakah lokasi final ACLE akan dipindahkan, untuk saat ini tidak. Tanggal pertandingan mungkin bisa berubah, tetapi venue tidak akan dipindahkan karena itu merupakan keputusan tuan rumah,” jelasnya.
Berdasarkan rencana yang telah ditetapkan, final AFC Champions League Elite musim ini akan digelar di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah, Arab Saudi pada 25 April.
Windsor juga menyinggung kekhawatiran mengenai tim-tim dari wilayah barat Asia yang terdampak konflik eksternal, termasuk situasi ketegangan antara Iran dan Israel. Ia menegaskan bahwa pertandingan akan kembali dilanjutkan begitu kondisi memungkinkan.
“Untuk tim-tim dari wilayah Barat, begitu kami melihat ada sedikit harapan bahwa konflik tersebut akan berakhir, maka kami akan segera melanjutkan pertandingan untuk menyelesaikan jadwal yang ada,” katanya.
AFC, lanjut Windsor, terus berkomunikasi dengan federasi-federasi nasional guna memastikan seluruh pertandingan dapat digelar secara aman dan terorganisir.
“Kami harus menilai situasi dengan hati-hati dan memastikan pertandingan dimainkan dengan aman dan terorganisir,” tambahnya.
AFC Champions League Elite sendiri merupakan kompetisi klub paling bergengsi di Asia yang mempertemukan 24 tim terbaik dari berbagai negara. Turnamen ini dibagi ke dalam dua wilayah, yakni zona Barat dan zona Timur yang masing-masing diikuti oleh 12 klub.
Delapan tim terbaik dari masing-masing wilayah akan melaju ke babak 16 besar. Setelah itu, babak perempat final, semifinal hingga final akan digelar dalam satu rangkaian turnamen yang dipusatkan di Jeddah.
Untuk zona Barat, delapan klub yang berhasil melaju ke babak 16 besar antara lain Al Hilal, Al-Ahli Saudi, Tractor SC, Al-Ittihad, Al Wahda FC, Shabab Al Ahli, Al-Duhail SC, dan Al Sadd SC.
Kedelapan tim tersebut akan saling berhadapan dalam sistem dua leg di fase gugur regional sebelum melangkah ke babak perempat final.
Sementara itu dari wilayah Timur, delapan tim yang berhasil mengamankan tempat di babak 16 besar adalah Machida Zelvia, Vissel Kobe, Buriram United, Melbourne City FC, Johor Darul Ta'zim, FC Seoul, Gangwon FC, serta Sanfrecce Hiroshima.
Dengan komitmen AFC untuk menyelesaikan seluruh pertandingan, para penggemar sepak bola Asia diharapkan tetap dapat menyaksikan jalannya kompetisi hingga partai final meskipun menghadapi berbagai tantangan situasi regional.