- REUTERS/Matteo Ciambelli
Emil Audero Kebobolan 4 Gol Lawan Fiorentina, Pelatih Cremonese Blak-blakan Kritik Lini Pertahanan I Grigiorossi
Jakarta, tvOnenews.com - US Cremonese harus menelan pil pahit setelah dipermalukan tamunya, ACF Fiorentina, dengan skor telak 1-4 pada laga pekan ke-29 Serie A di Stadion Giovanni Zini. Hasil minor pada Senin (16/3/2026) waktu setempat itu langsung menyoroti rapuhnya barisan pertahanan tuan rumah yang dikawal kiper Timnas Indonesia, Emil Audero.
Kemenangan penting ini membuat Fiorentina berhasil menjauh dari bayang-bayang zona degradasi. La Viola kini naik ke peringkat ke-16 klasemen sementara dengan koleksi 28 poin dari 29 pertandingan.
Sebaliknya, kekalahan menyakitkan tersebut membuat Cremonese semakin terpuruk di papan bawah. I Grigiorossi tertahan di posisi ke-18 dengan 24 poin atau terpaut tiga angka dari batas aman klasemen.
Pertandingan berjalan tidak seimbang sejak menit awal karena Fiorentina langsung mengambil inisiatif menyerang. Tim tamu terus menekan dan membuat lini belakang Cremonese berada di bawah tekanan sepanjang babak pertama.
Gol pembuka akhirnya lahir pada menit ke-25 melalui aksi individu memukau Fabiano Parisi. Bek kiri Fiorentina itu menusuk dari sisi lapangan sebelum melepaskan penyelesaian yang mengubah skor menjadi 1-0.
Tekanan tim tamu tidak berhenti sampai di situ dan kembali membuahkan hasil beberapa menit kemudian. Pada menit ke-32, sepakan terukur Roberto Piccoli meluncur deras dan tak mampu dihentikan Emil Audero sehingga Fiorentina menggandakan keunggulan menjadi 2-0 hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Fiorentina tetap tampil agresif dan tidak memberi ruang bagi tuan rumah untuk berkembang. Baru empat menit babak kedua berjalan, DodĂ´ sukses mencetak gol ketiga melalui sontekan di depan gawang.
Cremonese sempat menunjukkan tanda-tanda kebangkitan meski tertinggal cukup jauh. Gol balasan akhirnya tercipta pada menit ke-57 lewat penyelesaian David Okereke yang memperkecil skor menjadi 1-3.
Namun harapan tuan rumah untuk bangkit tidak bertahan lama. Pada menit ke-70, Albert Guðmundsson memastikan kemenangan Fiorentina setelah mencetak gol keempat yang menutup pertandingan dengan skor 4-1.
Menanggapi kekalahan di depan pendukung sendiri, pelatih Cremonese, Davide Nicola, tidak menyembunyikan kekecewaannya. Ia secara terbuka menyoroti buruknya performa lini belakang tim yang dinilai terlalu mudah kebobolan.
Nicola menilai persoalan utama timnya bukan sekadar kesulitan mencetak gol. Menurutnya, masalah terbesar Cremonese justru terletak pada rapuhnya organisasi pertahanan.
"Apakah saya merasa tenang atau tidak? Kami selalu berada dalam proses evaluasi, terutama ketika hasil belum datang," ujar Nicola usai pertandingan dilansir dari Fantacalcio.it. "Analisisnya harus lebih dalam, karena masalah kami bukan hanya mencetak gol tetapi juga terlalu mudah kebobolan."
Pelatih berusia 51 tahun itu menegaskan bahwa kondisi tersebut harus segera dibenahi sebelum situasinya semakin buruk. Ia meminta seluruh tim tetap tenang dan tidak larut dalam tekanan.
"Itu adalah fakta yang harus kami hadapi, dan tugas kami sekarang adalah menemukan solusinya," katanya. "Masalah ini tidak bisa diselesaikan dengan kepanikan atau kesedihan, tetapi dengan semangat dan kerja keras."
Meski posisi timnya masih berada di zona degradasi, Nicola menegaskan bahwa peluang bertahan di Serie A masih terbuka. Ia mengingatkan para pemain bahwa jarak menuju zona aman masih sangat mungkin dikejar.
"Zona aman hanya berjarak tiga poin dan musim masih panjang," ujar Nicola menutup komentarnya. "Kami harus tetap percaya bahwa semuanya masih bisa berubah."
(sub)