- Lille
Diakui Bukan Mengakui, Calvin Verdonk Bungkam Kritik Usai Hentikan Mason Greenwood di Ligue 1
tvOnenews.com - Dulu sempat dipandang sebelah mata, kini Calvin Verdonk mulai membalikkan opini publik. Bek Timnas Indonesia itu menjadi sorotan usai aksinya dalam laga panas antara Olympique de Marseille vs LOSC Lille di Ligue 1 2025-2026 akhir pekan lalu.
Pertandingan yang berlangsung di Stade Vélodrome tersebut menghadirkan momen krusial di awal laga.
Verdonk terlibat duel sengit dengan Mason Greenwood, penyerang Marseille yang dikenal memiliki kecepatan dan insting mencetak gol.
Insiden terjadi pada menit ke-14 ketika Greenwood memimpin serangan balik cepat.
Dalam situasi berbahaya itu, Verdonk memilih langkah tegas: melakukan tekel keras untuk menghentikan laju sang striker.
Keputusan tersebut membuatnya diganjar kartu kuning oleh wasit.
Namun dalam konteks permainan, aksi itu justru dianggap sebagai langkah cerdas.
- instagram.com/losclive/
Dalam sepak bola modern, tindakan seperti ini dikenal sebagai tactical foul, pelanggaran yang disengaja untuk memutus potensi peluang emas lawan.
Langkah Verdonk terbukti efektif. Serangan Marseille terhenti sebelum berkembang menjadi ancaman serius ke gawang Lille.
Yang menarik, respons publik, khususnya pendukung Lille, berubah drastis.
Jika sebelumnya kehadiran Verdonk sempat diragukan, kini ia justru mendapat apresiasi tinggi.
“Calvin Verdonk, kamu seorang legenda!” cuit @C0.
“Salut buat Calvin Verdonk yang jauh membaik dibandingkan saat dia datang,” tulis akun X @Lill*.
“Verdonk saya tidak tahu kamu siapa tapi tak seorang pun akan berani menyentuhmu lagi,” tulis @cail*.
Komentar-komentar tersebut mencerminkan perubahan persepsi yang signifikan.
Verdonk, yang awalnya dianggap rekrutan kurang meyakinkan pada bursa transfer musim panas 2025, perlahan mulai mendapatkan tempat di hati suporter.
Perjalanan Verdonk di Lille memang tidak mudah. Di bawah asuhan pelatih Bruno Genesio, ia masih harus bersaing ketat untuk mendapatkan posisi di tim utama.
Sejauh musim ini, pemain berusia 29 tahun tersebut telah mencatatkan 21 penampilan di semua kompetisi.
Kontribusinya meliputi satu assist, namun juga diwarnai catatan disiplin berupa empat kartu kuning dan satu kartu merah.
Meski statistiknya belum terlalu mencolok, performa di laga-laga penting, seperti saat menghadapi Marseille, menunjukkan nilai lebih yang tidak selalu tercermin dalam angka.
Aksi Verdonk terhadap Greenwood bisa menjadi titik balik dalam kariernya di Ligue 1.
Dalam kompetisi sekelas Liga Prancis yang dikenal cepat dan fisikal, keberanian serta ketegasan adalah kualitas penting bagi seorang bek.
Jika mampu menjaga konsistensi, bukan tidak mungkin Verdonk akan semakin diandalkan Lille, bahkan menjadi figur kunci di lini belakang.
Dari yang dulu dicaci, kini mulai diakui. Verdonk tidak banyak bicara, tapi aksinya di lapangan sudah cukup menjawab semuanya.
(tsy)