- Facebook - Willem II
Susul Dean James, Media Belanda Beri Reaksi Nathan Tjoe-A-On Ikut Terseret Kasus Paspor Indonesia
Jakarta, tvOnenews.com - Media Belanda memberikan reaksi setelah Nathan Tjoe-A-On ikut terseret dalam kasus paspor Indonesia. Sebelumnya, status Dean James sudah lebih dulu dipermasalahkan.
Para pemain Timnas Indonesia di kancah sepak bola Belanda sedang menjadi sorotan di saat mereka seharusnya fokus untuk FIFA Series 2026. Hal mencuat setelah NAC Breda menuntut pengulangan laga kontra Go Ahead Eagles.
Dalam laga itu, NAC menderita kekalahan telak dengan skor 0-6. Namun, Go Ahead Eagles memainkan bek kiri Timnas Indonesia, Dean James.
Status James menjadi celah yang dimanfaatkan NAC untuk mengulang laga. Menurut mereka, James adalah pemain yang ilegal karena menyandang status Warga Negara Indonesia (WNI).
James masih memegang paspor Belanda dan ini berkaitan dengan aturan gaji di kancah sepak bola Belanda. Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) menetapkan bahwa pemain non-Uni Eropa perlu digaji sedikit lebih tinggi dari batas bawah gaji para pemain Belanda.
Kasus James menjadi alarm untuk para pemain Timnas Indonesia lainnya. Setelah James, Nathan Tjoe-A-On yang membela Willem II kini dipermasalahkan oleh TOP Oss.
- Instagram @deanjames
TOP Oss menderita kekalahan dengan skor 1-3 dalam duel yang digelar 13 Maret lalu kontra Willem II. Sebagaimana dilaporkan oleh media Belanda, ESPN NL, TOP Oss turut meminta KNVB untuk menginvestigasi keikutsertaan Tjoe-A-On dalam laga itu.
β'Pasporgate' mendapat sekuel: setelah NAC Breda, TOP Oss juga mengetuk pintu KNVB,β demikian judul yang diberikan oleh ESPN NL.
βTOP Oss telah mengikuti contoh NAC Breda dan mengajukan permintaan kepada KNVB untuk menyelidiki pertandingan liga melawan Willem II karena partisipasi pemain internasional Indonesia. Pemain yang dimaksud adalah Nathan Tjoe-A-On,β tambahnya.
Mengenai hal ini, KNVB sendiri sudah buka suara melalui seorang juru bicara. Sebagaimana disampaikan melalui media-media Belanda, termasuk ESPN NL, KNVB mengikuti putusan Dewan Kompetisi Sepak Bola Profesional yang tidak berencana untuk membatalkan hasil pertandingan yang sudah dimainkan.