- Tim tvOnenews - Taufik Hidayat
Tak Belajar dari Kesalahan, Patrick Kluivert Kembali Gagal Wujudkan Mimpi ke Piala Dunia
tvOnenews.com - Nama Patrick Kluivert kembali menjadi sorotan publik sepak bola internasional setelah kegagalannya membawa tim menuju putaran final Piala Dunia 2026.
Setelah sebelumnya gagal bersama Timnas Indonesia, kini Kluivert kembali mengalami nasib serupa saat terlibat dalam proyek Timnas Suriname.
Kegagalan ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai kapasitas dan strategi yang diterapkan oleh mantan striker legendaris Belanda tersebut dalam karier kepelatihannya.
Patrick Kluivert sebenarnya memiliki dua peluang emas dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Pertama, saat menjabat sebagai pelatih Timnas Indonesia. Kedua, ketika dipercaya sebagai penasihat Timnas Suriname.
Namun, kedua kesempatan tersebut berakhir dengan hasil yang mengecewakan.
Saat menangani Timnas Indonesia, Kluivert hanya bertahan selama sembilan bulan sebelum akhirnya kontraknya diputus oleh PSSI pada Oktober 2025.
Keputusan tersebut diambil setelah Timnas Indonesia gagal melaju dari putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
- instagram.com/officialsvb/
Hasil tersebut dianggap belum memenuhi ekspektasi publik dan federasi.
Setelah berpisah dengan Indonesia, Kluivert tidak butuh waktu lama untuk kembali ke dunia sepak bola internasional.
Pada Maret 2026, ia bersama Clarence Seedorf ditunjuk sebagai penasihat Timnas Suriname.
Penunjukan ini diharapkan membawa angin segar bagi tim yang tengah bersiap menghadapi play-off antarbenua Piala Dunia 2026.
Keduanya diproyeksikan sebagai sosok yang memberikan masukan strategis sekaligus menjadi duta tim nasional.
Namun, harapan tersebut tidak berjalan sesuai rencana. Timnas Suriname yang dilatih oleh Henk ten Cate harus menelan kekalahan menyakitkan dari Timnas Bolivia.
Dalam laga semifinal pathway 2 play-off antarbenua yang digelar di Estadio BBVA, Suriname sebenarnya sempat unggul lebih dulu.
Gol dari Liam van Gelderen pada menit ke-48 membuka harapan besar bagi tim tersebut. Namun, keunggulan itu tidak mampu dipertahankan.
Bolivia berhasil bangkit dan membalikkan keadaan melalui gol Moises Paniagua pada menit ke-72, sebelum akhirnya memastikan kemenangan lewat penalti Miguel Terceros.
Kekalahan 1-2 tersebut membuat Suriname harus mengubur mimpi tampil di Piala Dunia 2026.
- Instagram/@intibola
Sementara itu, Bolivia melaju ke babak final untuk menghadapi Timnas Irak demi memperebutkan tiket terakhir ke putaran final.
Meski tidak berperan sebagai pelatih utama di Suriname, keterlibatan Kluivert sebagai penasihat tetap menjadi perhatian.
Banyak pihak menilai bahwa kontribusinya belum mampu memberikan dampak signifikan terhadap performa tim.
Penunjukan Kluivert dan Seedorf sebelumnya disambut optimisme oleh manajemen Suriname.
General Manager tim, Brian Tevreden, bahkan menyebut kehadiran mereka sebagai bagian dari “perjalanan indah” untuk membawa tim ke level yang lebih tinggi.
Namun, hasil di lapangan berkata lain. Suriname gagal memanfaatkan peluang besar untuk mencetak sejarah dengan lolos ke Piala Dunia.
Kegagalan beruntun ini membuat publik kembali mempertanyakan apakah Patrick Kluivert benar-benar belajar dari pengalaman sebelumnya.
Dalam dunia sepak bola modern, konsistensi dan adaptasi menjadi kunci utama bagi seorang pelatih atau penasihat.
Sebagai mantan pemain kelas dunia, ekspektasi terhadap Kluivert tentu sangat tinggi. Namun, perjalanan kariernya sebagai pelatih dan figur strategis sejauh ini masih jauh dari kata memuaskan.
Dengan dua kegagalan dalam waktu yang relatif berdekatan, tekanan terhadap Kluivert dipastikan akan semakin besar.
Apalagi, ia pernah dipercaya menangani tim dengan potensi besar seperti Indonesia dan terlibat dalam proyek ambisius bersama Suriname.
Kini, publik menantikan langkah selanjutnya dari Patrick Kluivert, apakah ia mampu bangkit dan membuktikan kapasitasnya. (adk)