- instagram.com/fortuna.sittard/
Tekel Keras Justin Hubner Disorot Media Belanda, Bek Timnas Indonesia Akhiri Permainan Gelandang Senior Jerman Lebih Cepat
Jakarta, tvOnenews.com - Bek Timnas Indonesia, Justin Hubner, menjadi pusat perhatian media Belanda setelah terlibat dalam sebuah insiden keras di lapangan. Aksi bertahannya yang sangat agresif dalam laga Eredivisie hingga berujung cedera serius bagi lawannya menjadi sorotan.
Momen tersebut terjadi dalam laga Eredivisie saat Fortuna Sittard menghadapi NAC Breda, Sabtu (12/04/2026). Pertandingan yang awalnya berjalan kompetitif berubah tegang ketika satu benturan mengubah suasana stadion secara drastis.
Insiden itu melibatkan Hubner dengan gelandang berpengalaman asal Jerman, Lewis Holtby. Dalam upaya menghentikan serangan, keduanya bertabrakan dalam kecepatan tinggi di area berbahaya.
Situasi bermula ketika Holtby mencoba menembus lini pertahanan tuan rumah dengan kontrol bola yang cukup terbuka. Hubner datang dari arah berlawanan dengan langkah cepat, mencoba menutup ruang sekaligus mengamankan situasi.
Benturan yang terjadi tak terhindarkan dan langsung mengundang reaksi para pemain di lapangan. Holtby terjatuh dalam kondisi yang membuat tim medis segera berlari masuk untuk memberikan pertolongan.
Media Belanda menggambarkan momen tersebut dengan nada yang cukup serius. “Adegan mengerikan dari Sittard, veteran NAC asal Jerman meninggalkan lapangan dalam kesakitan hebat,” tulis Sportnieuws.nl, menyoroti betapa mengerikannya tayangan ulang insiden itu.
Luka robek pada bagian kaki Holtby menjadi perhatian utama dalam laporan tersebut. Gambar yang beredar memperlihatkan betapa kerasnya benturan yang terjadi dalam duel itu.
Meski terlihat mengerikan, wasit memilih untuk tidak mengeluarkan kartu kepada Hubner. Keputusan tersebut diambil karena insiden dinilai sebagai bagian dari duel perebutan bola, bukan pelanggaran yang disengaja.
“Bek tengah yang bermain untuk klub Limburg itu kemudian bertabrakan dengan Holtby, yang membuatnya terjatuh dengan keras,” lanjut laporan tersebut. Kalimat itu menegaskan bahwa kejadian tersebut lebih merupakan benturan daripada aksi yang berniat mencederai.
Bagi Holtby, insiden ini menjadi pukulan yang tidak ringan. Di usia 35 tahun, ia harus meninggalkan lapangan lebih cepat pada menit ke-38 dan mengakhiri kontribusinya di laga tersebut.
Menariknya, pergantian itu justru membawa dampak berbeda bagi jalannya pertandingan. Mohamed Nassoh yang masuk sebagai pengganti berhasil mencetak gol penyeimbang di menit akhir.
Di luar insiden, perbincangan juga melebar ke detail yang lebih personal, termasuk penggunaan pelindung tulang kering. Holtby disebut mengenakan shin guard berukuran kecil dengan posisi kaus kaki rendah, yang dinilai meningkatkan risiko cedera.
Perdebatan ini menjadi refleksi bagaimana gaya bermain modern kadang bersinggungan dengan aspek keselamatan pemain. Dalam pertandingan yang semakin cepat dan fisikal, detail kecil bisa membawa konsekuensi besar.
Laga sendiri berakhir imbang 1-1 setelah Fortuna Sittard sempat unggul lebih dulu lewat Kristoffer Petersson. Hasil tersebut membuat kedua tim harus puas berbagi poin dalam upaya mereka menjauh dari zona degradasi.
(sub)