- REUTERS/Angelika Warmuth
CEO NAC Breda "Dilempari Tomat Busuk" Klub-klub Belanda usai Jadi Pemicu Kasus Passportgate Dean James
Jakarta, tvOnenews.com - Langkah kontroversial NAC Breda mengajukan gugatan hukum atas kekalahan 0-6 dari Go Ahead Eagles langsung menuai badai kecaman dari berbagai klub di Liga Belanda. Sejumlah media Belanda bahkan menyebutnya 'dilempari tomat busuk'.
Direktur Umum NAC Breda, Remco Oversier, menjadi sorotan utama setelah tampil dalam pertemuan daring bersama klub-klub lain dan langsung disambut dengan hujan kritik. Situasi itu bahkan dilukiskan secara keras oleh sumber internal yang dikutip Voetbal International.
Sumber tersebut menggambarkan suasana pertemuan itu bak "dilempari tomat busuk", menggambarkan betapa tidak populernya keputusan NAC di mata sesama klub. Meski begitu, Oversier bergeming dan menegaskan bahwa semua langkah yang diambilnya semata-mata demi kepentingan terbaik klubnya.
"Media melaporkan bahwa seorang sumber internal menggambarkan suasana pertemuan sebagai 'alun-alun desa tempat Oversier dilempari tomat busuk'. Oversier sendiri menyatakan bahwa ia bertindak demi kepentingan terbaik klubnya," tulis laporan Voetbal Primeur, dikutip pada Sabtu (18/4/2026).
Gugatan NAC berpusat pada klaim bahwa bek Go Ahead Eagles, Dean James, dianggap tidak memiliki kelayakan bermain saat pertandingan berlangsung di Deventer. Dean James lahir dan besar di Belanda, namun memilih memperkuat Timnas Indonesia berkat darah keturunan yang ia miliki, sehingga memerlukan paspor Indonesia untuk keperluan tersebut.
- Go Ahead Eagles
Menurut NAC, kepemilikan paspor Indonesia itu berdampak pada status ketenagakerjaan Dean James di kompetisi Belanda, karena ia dianggap tidak lagi otomatis bebas dari kewajiban izin kerja. Inilah yang menjadi dasar klaim NAC bahwa sang pemain tidak berhak turun lapangan pada laga tersebut.
Persoalan ini kemudian berkembang menjadi skandal yang lebih luas dan kini dikenal dengan sebutan "passportgate". Kekhawatiran merebak karena situasi serupa berpotensi dialami oleh sejumlah pemain internasional asal Suriname dan Indonesia yang juga tampil di kompetisi musim ini.
Dewan liga yang terdiri dari perwakilan KNVB, Eredivisie CV, dan Coƶperatie Eerste Divisie secara tegas menyatakan tidak melihat manfaat apapun dari pengulangan laga yang sudah jelas dimenangkan Go Ahead Eagles dengan skor telak. Mayoritas klub pun berdiri di sisi yang sama dengan dewan liga, menganggap gugatan NAC berpotensi memicu efek domino yang merugikan kompetisi secara keseluruhan.