- REUTERS/David Klein
FIFA Berencana Beri Lampu Hijau Kompetisi Domestik Digelar di Luar Negeri, Indonesia Berpotensi Jadi Tuan Rumah Laga Liga Inggris dan Serie A
Jakarta, tvOnenews.com - FIFA tengah menyiapkan regulasi baru yang mengizinkan liga domestik menggelar satu pertandingan di luar negeri setiap musim. Regulasi ini pun akan berdampak terhadap Liga Indonesia atau Super League.
Seperti dilaporkan The Guardian, FIFA sedang menggodok protokol baru yang secara signifikan memperketat aturan terkait laga kompetitif yang dimainkan di luar batas negara asal liga. Aturan ini dikembangkan oleh kelompok kerja FIFA yang dibentuk hampir dua tahun lalu, dan bertujuan menghadirkan kerangka hukum yang lebih tegas dan terukur.
Dalam proposal tersebut, setiap liga hanya diizinkan memindahkan satu pertandingan divisi teratas ke luar negeri dalam satu musim penuh. Sementara negara tuan rumah dibatasi menggelar maksimal lima pertandingan yang berafiliasi dengan liga asing per musimnya.
Yang menjadi sorotan utama adalah mekanisme persetujuan berlapis yang kini dirancang FIFA. Setiap pengajuan untuk memindahkan pertandingan kompetitif ke negara lain harus mendapat restu dari asosiasi nasional klub-klub yang terlibat, konfederasi mereka, asosiasi sepak bola negara tuan rumah, dan konfederasi negara itu, sebelum akhirnya diserahkan ke FIFA.
Meski demikian, FIFA pun memiliki hak veto penuh untuk memblokir permintaan tersebut.
Jika aturan ini resmi diberlakukan, Indonesia bisa menjadi salah satu destinasi potensial bagi liga-liga besar dunia. Mengingat Super League saat ini sedang berada dalam fase transformasi besar, mulai dari penambahan kuota pemain asing, hingga peningkatan standar kompetisi.
Basis suporter Indonesia yang dikenal fanatik dan loyal menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Dengan populasi lebih dari 270 juta jiwa dan antusiasme sepak bola yang tinggi, Indonesia kerap masuk radar ketika liga-liga Eropa menjajaki ekspansi pasar di Asia Tenggara.
Sebelum aturan baru ini dirancang, Liga Inggris dan Serie A sempat berambisi menggelar laga liga di luar negeri. Musim ini, Liga Spanyol berencana memainkan laga Villarreal vs Barcelona di Miami, sementara Serie A hendak menggelar Milan vs Como di Perth, Australia.
Namun, kedua pertandingan itu batal digelar setelah menuai keberatan dari otoritas setempat dan memicu perseteruan antara FIFA serta UEFA. Peristiwa tersebut meninggalkan permusuhan yang cukup dalam di antara banyak pihak yang terlibat, dan menjadi salah satu alasan utama FIFA memutuskan untuk membuat kerangka aturan yang lebih konkret.
UEFA sebelumnya menyetujui laga-laga tersebut, namun menegaskan keengganannya seraya menggambarkan kerangka kerja FIFA saat itu sebagai tidak cukup jelas dan rinci. FIFA sendiri sempat mempertimbangkan larangan penuh atas pertandingan luar negeri, namun urung melakukannya setelah menerima nasihat hukum.
Kini dengan protokol baru, FIFA memastikan bahwa setiap permintaan hanya akan diproses jika memenuhi sejumlah syarat ketat. Termasuk bukti bahwa liga di negara tuan rumah tidak akan terdampak negatif, adanya jaminan redistribusi pendapatan ke seluruh ekosistem sepak bola, serta ketersediaan kompensasi bagi suporter yang ingin hadir langsung.
Sumber-sumber yang dikutip The Guardian menyebut bahwa FIFA berpotensi memblokir permintaan laga luar negeri jika muncul kekhawatiran terkait beban kerja dan perjalanan berlebih yang dapat merugikan kondisi fisik pemain. Hal ini menjadi sinyal bahwa FIFA tidak semata-mata mempertimbangkan aspek komersial dalam kebijakan ini.
Liga Inggris sendiri telah berulang kali menegaskan tidak akan memindahkan pertandingan ke luar negeri, meskipun banyak pihak menduga sebagian pemilik klub asal Amerika Serikat diam-diam menginginkan laga di Negeri Paman Sam. Sementara itu, proteksi terhadap Major League Soccer (MLS) dan US Soccer disebut menjadi pertimbangan strategis yang sangat penting bagi FIFA, mengingat pasar Amerika akan menjadi target utama ekspansi liga Eropa.
The Guardian melaporkan bahwa FIFA memiliki ambisi untuk menerapkan protokol baru ini mulai musim depan. Meski belum ada jadwal resmi untuk pertemuan kelompok kerja berikutnya, para pemangku kepentingan diharapkan menyampaikan masukan sebelum aturan ini difinalisasi. (fan)