- REUTERS/Stephanie Lecocq
Kontroversi VAR di Liga Champions, Bayern Disebut Dirugikan Keputusan Penalti di Laga Kontra PSG
Jakarta, tvOnenews.com - Mantan wasit Liga Inggris, Andy Davies, mengklaim bahwa Bayern Munich dirugikan oleh keputusan penalti dalam duel Liga Champions. Mereka kalah dengan skor 4-5 dalam laga leg pertama melawan Paris Saint-Germain di babak semifinal.
Die Bavaria melawat ke Parc des Princes pada Rabu (29/4/2026) dini hari tadi WIB. Mereka berhasil unggul terlebih dulu melalui gol penalti Harry Kane.
Namun, PSG membalikkan keadaan melalui gol Khvicha Kvaratskhelia dan Joao Neves secara berturut-turut. Bayern sempat menyamakan skor melalui Michael Olise, namun PSG mempertahankan keunggulannya saat jeda lewat gol penalti Ousmane Dembele.
Di awal babak kedua, gol-gol Kvaratskhelia dan Dembele semakin membuat PSG di atas angin. Namun Bayern menolak melepaskan PSG begitu saja, mereka mengejar melalui Dayot Upamecano dan Luis Diaz.
Dengan hasil ini, PSG memang unggul untuk leg kedua. Namun, Bayern mendapatkan keunggulan main di kandang, jadi situasi masih sulit ditebak.
Walau begitu, mantan wasit Liga Inggris, Andy Davies, menilai Bayern telah dirugikan oleh keputusan wasit Sandro Scharer dalam laga ini. Hal ini berkaitan dengan penalti yang berhasil dikonversi Dembele pada menit-menit akhir.
Scharer pada awalnya mengabaikan momen ketika upaya Dembele melepaskan umpan mengenai lengan Alphonso Davies. Namun, petugas VAR Carlos del Cerro Grande memintanya untuk melihat ulang kejadian tersebut.
Setelah melihat ulang, Scharer memutuskan untuk memberikan penalti kepada PSG. Davies menilai bahwa ini adalah keputusan yang terlalu merugikan Bayern.
“Ini akan dianggap sebagai keputusan yang sangat keras terhadap Bayern Munich, mengingat jarak tempuh bola yang pendek dan pantulan bola dari tubuh bek ke lengannya,” tulis Davies di ESPN.
“Saya sangat bersimpati kepada mereka dalam insiden ini. Namun, peraturan handball saat ini ditulis sedemikian rupa sehingga memungkinkan interpretasi terbuka ketika bola awalnya memantul dari bagian tubuh,” tambahnya.
Menurut Andy Davies, bola telah mengenai bagian tubuh lain dari Alphonso Davies dalam momen tersebut. Jadi, momen ini tidak layak diputuskan sebagai penalti.
“Pertimbangan dalam situasi seperti ini melibatkan posisi lengan/tangan pemain dalam kaitannya dengan pergerakan mereka pada momen tertentu. Ketika terjadi defleksi yang sangat jelas yang mengakibatkan perubahan signifikan pada lintasan bola, hal ini seharusnya memiliki bobot yang lebih besar daripada posisi lengan itu sendiri,” katanya.
“Namun, menyentuh bagian tubuh lain sebelum kontak dengan lengan tidak secara otomatis berarti pelanggaran handball tidak dapat dihukum -- dalam situasi ini, baik wasit maupun VAR merasa bahwa gerakan lengan Davies yang disengaja tidak dapat dibenarkan dan pelanggaran handball telah terjadi,” tambahnya.
Andy Davies meyakini bahwa UEFA juga tidak akan menyukai ini. Dia juga menegaskan bahwa hal semacam ini tidak akan berakhir penalti di Liga Inggris.
“Saya merasa UEFA tidak akan terlalu menyukai ini sebagai pemberian penalti, meskipun standar yang diterapkan untuk pelanggaran handball di kompetisi mereka lebih rendah,” katanya.
“Perlu dicatat bahwa ini adalah situasi yang tidak akan dihukum di Premier League Inggris, dan pada akhirnya merupakan momen kunci dalam menentukan hasil pertandingan ini,” pungkasnya. (rda)