- REUTERS/Kai Pfaffenbach
Vincent Kompany Jengkel Bayern Dirugikan Penalti Kontroversial di Liga Champions, Mantan Wasit Jerman Bilang Begini
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Bayern Munich, Vincent Kompany, jengkel dengan penalti kontroversial di Liga Champions. Paris Saint-Germain dinilai diuntungkan oleh keputusan wasit Sandro Scharer.
Die Bavaria menderita kekalahan dengan skor 4-5 pada saat melawat ke Parc des Princes untuk menghadapi PSG. Itu merupakan laga leg pertama semifinal Liga Champions, Rabu (29/4/2026) dini hari tadi WIB.
Harry Kane sempat membawa Bayern unggul. Namun, Khvicha Kvaratskhelia dan Joao Neves membalikkan keadaann untuk PSG.
Michael Olise sempat menyamakan skor, namun PSG mendapatkan penalti jelang jeda turun minum. Ousmane Dembele sukses mengonversinya menjadi gol dan mengakhiri babak pertama dengan skor 3-2 untuk tuan rumah.
Di paruh kedua, PSG semakin menggila lewat gol kedua dari masing-masing Kvaratskhelia dan Dembele. Namun, Bayern menolak menyerah dan memperkecil ketertinggalan melalui Dayot Upamecano dan Luis Diaz.
Bayern masih bisa membalikkan keadaan di leg kedua mengingat mereka akan bermain di kandang. Namun, satu gol kontroversial ini bisa menyulitkan tim asal Jerman tersebut.
Penalti Dembele dipermasalahkan karena Alphonso Davies dihukum melakukan handball oleh wasit asal Swiss, Sandro Scharer. Banyak yang berpendapat bahwa itu tidak layak diganjar penalti karena bola mengenai bagian tubuh lain terlebih dulu sebelum mengenai lengan.
- REUTERS/Stephanie Lecocq
Vincent Kompany pun sulit menerima keputusan wasit. Sebab, dia menyadari ada unsur ketidaksengajaan setelah bola menyentuh bagian tubuh lain sebelum ke lengan.
“Penalti itu bukanlah penalti, menurut saya. Bola mengenai bagian badan dan kemudian tangan. Dari tayangan ulang, saya bisa melihat bahwa bola mengenai badan terlebih dulu dan kemudian lengan, jadi jika demikian, itu bukanlah penalti,” kata Kompany kepada CBS Sports.
Namun demikian, mantan wasit Liga Jerman, Lutz Wagner, tidak sependapat. Menurutnya, Davies melebarkan lengannya yang membuat area defensifnya melebar, jadi dia layak dihukum untuk penalti.
“Lengan kirinya memanjang dan mengangkat di area defensif. Menurut saya, itu adalah handball yang benar-benar bisa dihukum karena bagian badannya melebar. Berdasarkan gambar-gambar ini, sebuah keputusan yang benar,” katanya kepada Amazon Prime Video.